Menu ✖

Mode Gelap
Kualitas Udara Masih Kurang Baik, Pemkot Palu Perpanjang Pembelajaran Daring Hadianto Rasyid Minta Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya Perkuat Sinergi Wagub Reny Ajak Karang Taruna Sigi Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba Anwar Hafid Pastikan Pemprov Sulteng Dukung Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah Pemkot Palu Evaluasi PAD, Revisi Aturan Pajak Reklame Jadi Sorotan Kapolda Sulteng Kunjungi Kejati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Sulawesi

Hadianto Rasyid Minta Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya Perkuat Sinergi

badge-check


					Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., Memimpin Rapat Evaluasi Bersama Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya di Rumah Jabatan Wali Kota Palu. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., Memimpin Rapat Evaluasi Bersama Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya di Rumah Jabatan Wali Kota Palu. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., meminta Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya memperkuat koordinasi dalam menjaga kebersihan, ketertiban, serta penataan lingkungan di seluruh wilayah Kota Palu.

Penegasan tersebut disampaikan Hadianto saat memimpin rapat evaluasi bersama Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu (21/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M., sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kota Palu.

Dalam pertemuan itu, Hadianto menyoroti perlunya menyatukan pola kerja petugas lapangan agar pengawasan dan penanganan persoalan lingkungan berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan memberikan hasil nyata.

“Satgas kebersihan dan pengawas keluarga padat karya harus bekerja sama dengan baik di setiap wilayah kerja. Jangan lagi seperti berjalan sendiri-sendiri, kita harus menjadi satu untuk bersama-sama mengawal dan menjaga kota ini,” ujar Hadianto.

Menurutnya, pengawasan wilayah tidak boleh hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga harus mencakup pemanfaatan ruang, ketertiban, dan kondisi lingkungan di setiap wilayah kerja.

Untuk memperkuat pelaksanaan tugas tersebut, Pemerintah Kota Palu akan melibatkan perangkat daerah terkait dalam memberikan pemahaman teknis kepada petugas. Dinas Tata Ruang akan memberikan pemahaman mengenai penggunaan dan peruntukan ruang, sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan memperkuat edukasi tentang ketertiban dan penegakan peraturan daerah.

“Tidak hanya bicara bersih, tetapi bagaimana kota ini menjadi indah, rapi, dan tertib. Ruang-ruang kecil juga harus menjadi perhatian, bukan hanya kawasan besar,” katanya.

Hadianto juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para camat, dan perangkat daerah terkait untuk membangun komunikasi intensif dengan petugas lapangan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan sekaligus mencegah masalah yang sama terus berulang.

Ia menyebutkan, sekitar 160 personel Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya, dengan dukungan ribuan anggota padat karya, perlu dimaksimalkan untuk menjaga kebersihan dan penataan Kota Palu.

Hadianto menegaskan, semangat tema HUT ke-48 Kota Palu, Moving in Action, harus diwujudkan melalui tindakan konkret dan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi hanya berbicara, tetapi harus bekerja nyata. Kota ini harus berubah cepat. Semua harus bergerak dan mengambil tanggung jawab,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota juga menyinggung evaluasi insentif bagi pengawas padat karya. Ia menyatakan pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan petugas, dengan tetap menjadikan peningkatan kualitas kerja dan pelaksanaan tanggung jawab sebagai bagian penting dari evaluasi.

“Saya ingin insentif mereka diperhatikan, tetapi standar kerja juga harus naik. Jangan hanya meningkat haknya, sementara tanggung jawab tidak berjalan,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan agar persoalan sampah yang tidak terangkut, rumput liar yang tidak tertangani, serta lingkungan yang kurang tertata menjadi perhatian serius seluruh petugas. Pengawasan dan kepedulian berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kondisi lingkungan di setiap wilayah.

“Kalau bukan kita yang menjaga dan mengurus kota ini, siapa lagi yang mau diharapkan. Masyarakat melihat dan menilai kerja kita,” tutur Hadianto.

Ia menambahkan, kinerja seluruh jajaran akan terus dievaluasi, terutama dalam menjalankan arahan dan tanggung jawab yang telah diberikan.

Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Palu mendorong kerja terpadu antara Satgas Kebersihan, Pengawas Padat Karya, camat, dan perangkat daerah terkait. Langkah ini diharapkan meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat terwujudnya lingkungan Kota Palu yang bersih, tertib, rapi, dan tertata. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi