Menu ✖

Mode Gelap
Kualitas Udara Masih Kurang Baik, Pemkot Palu Perpanjang Pembelajaran Daring Hadianto Rasyid Minta Satgas Kebersihan dan Pengawas Padat Karya Perkuat Sinergi Wagub Reny Ajak Karang Taruna Sigi Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba Anwar Hafid Pastikan Pemprov Sulteng Dukung Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah Pemkot Palu Evaluasi PAD, Revisi Aturan Pajak Reklame Jadi Sorotan Kapolda Sulteng Kunjungi Kejati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Sulawesi

Kualitas Udara Masih Kurang Baik, Pemkot Palu Perpanjang Pembelajaran Daring

badge-check


					Walikota Palu H. Handianti Rasyid, (Foto: Istimewa) Perbesar

Walikota Palu H. Handianti Rasyid, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring bagi para pelajar menyusul penurunan kualitas udara yang kembali berada pada kategori tidak sehat. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang masih kurang baik.

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., menyampaikan keputusan tersebut bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon, di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Rabu (21/10/2026).

Hadianto menjelaskan, kualitas udara di Kota Palu sempat menunjukkan tren perbaikan dalam dua hingga tiga hari sebelumnya. Namun, berdasarkan data terbaru dari BMKG yang diterima BPBD Kota Palu, kualitas udara kembali mengalami penurunan.

Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM1 mencapai 157 µg/m³, PM2.5 sebesar 150 µg/m³, dan PM10 mencapai 159 µg/m³. Dalam keterangan yang disampaikan pemerintah kota, kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

“Artinya, bahwa udara Kota Palu saat ini masih dalam kondisi yang kurang baik atau tidak sehat,” ujar Hadianto.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Palu memutuskan memperpanjang pembelajaran daring. Pemerintah kota akan terus memantau perkembangan kualitas udara hingga Sabtu atau Minggu, 23–24 Oktober 2026, sebelum menentukan kepastian pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Informasi mengenai kemungkinan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Senin, 26 Oktober 2026, akan disampaikan lebih lanjut melalui pengumuman resmi pemerintah daerah.

“Kami berharap pembelajaran tatap muka bisa secepatnya dilaksanakan. Oleh karena itu, kita berdoa semoga kondisi udara semakin baik,” tambah Hadianto.

Selain memperpanjang pembelajaran daring, Wali Kota juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak selama kualitas udara belum membaik.

Warga yang merasa kurang sehat maupun memiliki riwayat gangguan jantung, penyakit pernapasan, asma, atau keluhan serupa diimbau untuk menggunakan masker, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Pemkot Palu juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar mengikuti setiap surat edaran dan pengumuman resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah terkait pelaksanaan pembelajaran selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Pemerintah berharap pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan dapat menjadi dasar penentuan kebijakan selanjutnya, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara tatap muka ketika kondisi memungkinkan dan kesehatan siswa tetap terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi