Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Tujuh Karyawan Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Kerja di Kawasan PT IMIP, WALHI Desak Audit K3

badge-check


					Kawasan Industri PT IMIP: Rentetan Kecelakaan Kerja di Tahun 2024 (Foto: Istimewa) Perbesar

Kawasan Industri PT IMIP: Rentetan Kecelakaan Kerja di Tahun 2024 (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Sepanjang tahun 2024, setidaknya tujuh karyawan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah. Data terbaru dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulteng mencatat, kecelakaan ini melibatkan enam perusahaan berbeda, dengan korban mulai dari luka ringan hingga meninggal dunia.

Berikut adalah rincian insiden kecelakaan yang terjadi di IMIP pada tahun 2024:

21 Januari 2024: Ledakan tungku di PT Sulawesi Mining Investment akibat kebocoran gas yang melukai dua pekerja.

31 Januari 2024: Insiden listrik di PT RISUN Wei Shan Indonesia yang mencederai tiga pekerja.

20 Maret 2024: Kebocoran gas di PT Merdeka Tsingshan Indonesia menyebabkan 40 pekerja mengalami sesak napas.

28 September 2024: Seorang pekerja di PT Walsin Nickel Industrial Indonesia meninggal akibat tergelincir dari conveyor belt.

25 Oktober 2024: Kebakaran di PT Dexin Steel Indonesia merenggut satu nyawa dan melukai satu lainnya.

30 Oktober 2024: Ledakan di PT Zhongtsing New Energi, namun laporan jumlah korban belum lengkap.

Direktur WALHI Sulteng, Sunardi Katili, menyoroti lemahnya penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan industri tersebut. Ia menilai banyak perusahaan yang menggunakan peralatan kerja yang tidak layak, bahkan diduga menggunakan alat bekas.

“Kami mendesak agar dilakukan investigasi mendalam dan audit menyeluruh terhadap sistem K3 di kawasan IMIP untuk mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang,” ujar Sunardi, di Palu, Sabtu (18/01/2025).

Selain itu, WALHI juga menekankan pentingnya pemberian santunan kepada korban kecelakaan kerja sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

“Hak-hak pekerja harus dipenuhi, termasuk santunan bagi korban dan keluarga,” tambahnya.

Tahun 2023 juga menjadi catatan kelam bagi kawasan IMIP, dengan ledakan tungku ferrosilicon di PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel yang menewaskan 21 pekerja dan melukai 39 lainnya. Rentetan kecelakaan ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan perusahaan terkait untuk meningkatkan sistem keselamatan kerja di kawasan tersebut.

WALHI mengimbau pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja untuk melindungi pekerja di kawasan strategis tersebut. Sunardi mengingatkan bahwa perlindungan pekerja harus menjadi prioritas utama.

“Perusahaan wajib memastikan keselamatan para pekerja, baik melalui peralatan kerja yang layak maupun sistem K3 yang optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi