Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Ekonomi

Pemkot dan DPRD Kota Palu Melakukan Sidak Pasar Masomba, Pastikan Harga Pangan Terkendali Jelang Lebaran

badge-check


					Wakil Walikota Bersama Wakil Ketua DPRD Kota Palu dalam Sidak Di Pasar Masomba. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Walikota Bersama Wakil Ketua DPRD Kota Palu dalam Sidak Di Pasar Masomba. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Kota Palu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Masomba, Selasa, 3 Maret 2026, untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan strategis selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Sidak dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.AP., M.AP, bersama Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Muhlis U. Aca, S.Sos, serta didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan kolaborasi lintas OPD dilakukan agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan kondisi lapangan dapat dipantau secara langsung. Dari hasil pantauan, harga pangan secara umum masih terkendali meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, seperti cabai rawit yang mencapai Rp65.000 per kilogram serta gula pasir Rp19.000 per kilogram.

“Secara umum, kondisi harga pangan dinilai masih terkendali meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu akibat tingginya permintaan di pertengahan Ramadan. Stok yang ada sekarang di Bulog bahkan bisa mencukupi kebutuhan hingga Lebaran Haji atau sekitar tiga sampai empat bulan ke depan,” ujar Imelda.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal distribusi barang kebutuhan pokok dan mengingatkan pedagang maupun distributor agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga melampaui ketentuan, termasuk pada komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) dan distribusi LPG di tingkat pangkalan. Imelda menyebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan pengecekan lanjutan ke distributor dan pangkalan untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat.

Sebagai langkah konkret menjaga keterjangkauan harga, Pemkot Palu menjalankan sejumlah program stabilisasi, seperti Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah, serta program Gade Nolumako yang memberikan subsidi pada beberapa komoditas, di antaranya telur, beras, bawang merah, dan minyak goreng.

Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Muhlis U. Aca, menyampaikan bahwa fungsi pengawasan dari legislatif akan terus berjalan, termasuk melalui Komisi B sebagai mitra kerja bidang pasar dan perdagangan. Ia menyebut hasil sidak menemukan kenaikan signifikan pada cabai dan daging ayam, yang diduga dipengaruhi pasokan yang mulai berkurang. Sementara itu, harga daging sapi dinilai masih relatif normal.

“Kami akan membicarakan temuan atau keluhan masyarakat ini dengan dinas terkait, seperti Perindag, untuk menjaga stabilitas harga di seluruh pasar yang ada di Kota Palu, tidak hanya di Pasar Masomba,” tegas Muhlis.

Kepastian ketersediaan stok pangan juga diperkuat oleh Bulog. Cadangan beras di gudang tercatat mencapai 22.000 ton, dengan tambahan pasokan yang masuk dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Dengan sinergi pemerintah daerah, DPRD, serta OPD teknis terkait, Pemkot Palu menyatakan optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terjangkau selama periode permintaan meningkat menjelang hari raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Ekonomi