Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Festival Persahabatan Palu Dihadang Penolakan, Polisi Siap Amankan Acara

badge-check


					Aliansi Umat Islam Sulteng dan FUI Sulteng Segel GBK Andi Raga Petalolo, Lokasi Festival Persahabatan, (Foto: Istimewa) Perbesar

Aliansi Umat Islam Sulteng dan FUI Sulteng Segel GBK Andi Raga Petalolo, Lokasi Festival Persahabatan, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kesiapan untuk mengamankan Festival Persahabatan yang akan berlangsung di Kota Palu dari 30 Januari hingga 2 Februari 2025. Kabagdal Ops Polda Sulteng, AKBP Rahmad Lubis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel dari Polda Sulteng dan Polresta Palu untuk menjaga kelancaran acara tersebut.

Festival yang dihadiri oleh Pendiri World Impact Ministries (WIM) Peter Youngren dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng ini mendapatkan apresiasi dari pihak kepolisian. Rahmad berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Sulteng, khususnya bagi umat Nasrani.

Festival Persahabatan yang dijadwalkan berlangsung di Gelanggang Olahraga Gelora Bumi Kaktus (GBK) Andi Raga Petalolo, Kota Palu, mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat, termasuk Aliansi Umat Islam Sulteng dan Forum Umat Islam (FUI) Sulteng. Mereka telah menggelar tiga kali aksi unjuk rasa untuk menentang acara tersebut. Pada Rabu (29/1), massa aksi bahkan menyegel lokasi pelaksanaan festival.

Peter Youngren dinilai sebagai tokoh yang dianggap intoleran, dengan sejumlah pihak menyebutkan bahwa ia telah menulis buku yang berjudul “Meraih Kemenangan di Daerah Musuh.” Sementara itu, Jacob, tokoh lain yang terlibat, dianggap memicu ketegangan dengan pernyataannya dalam sebuah video yang menyebutkan adanya kelompok radikal kecil yang menentang festival tersebut.

Perwakilan FUI Sulteng, Hartono Yasin, menegaskan bahwa penolakan ini bukan ditujukan pada agama, melainkan pada individu yang dianggap dapat merusak toleransi dan persaudaraan antarumat beragama. Ketua MUI Sulteng dan tokoh Alkhairaat juga meminta agar kegiatan tersebut dibatalkan demi menjaga keamanan di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi