Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Rusdy Mastura: Festival Persahabatan Harus Hormati Nilai-nilai Kebudayaan Sulawesi Tengah

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, menerima audiensi dari Koordinator Festival Persahabatan, Jakob Wendesten, di ruang kerjanya (Foto: dok Humas Pemprov) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, menerima audiensi dari Koordinator Festival Persahabatan, Jakob Wendesten, di ruang kerjanya (Foto: dok Humas Pemprov)

Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, menerima audiensi dari Koordinator Festival Persahabatan, Jakob Wendesten, di ruang kerjanya pada Jumat (31/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyoroti pentingnya memahami perbedaan konsep kebebasan beragama antara masyarakat Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, dengan negara-negara Barat. Ia menekankan bahwa panitia festival harus menghormati dan menjaga sensitivitas terhadap nilai-nilai kebebasan beragama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.

“Budaya Indonesia memiliki perbedaan dengan negara-negara Barat. Kita harus tetap menjaga harmoni dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap agar panitia acara dapat memastikan kegiatan yang diselenggarakan tetap selaras dengan nilai-nilai lokal dan tidak menimbulkan gesekan sosial di masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Festival Persahabatan, Jakob Wendesten, mengungkapkan apresiasinya atas arahan yang diberikan oleh Gubernur. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelenggarakan festival di ruang tertutup yang diperuntukkan bagi umat Nasrani, sebagai bentuk penghormatan terhadap sensitivitas masyarakat setempat.

“Kami sangat menghargai dukungan serta arahan dari Pak Gubernur dan akan memastikan festival berjalan dengan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai budaya lokal,” ujar Jakob Wendesten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi