Karama.id – Palu, Pemerintah Kota Palu resmi mengumumkan bahwa layanan Bus Trans Palu akan mulai beroperasi dengan sistem pemberhentian lebih dekat, yakni setiap 300 meter. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses transportasi publik bagi warga kota.
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyatakan bahwa lokasi pemberhentian baru telah dipilih secara strategis agar lebih nyaman dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan jarak antar halte yang lebih pendek, diharapkan semakin banyak warga yang memanfaatkan transportasi umum dalam kesehariannya.

“Dengan pemberhentian yang lebih dekat, masyarakat akan lebih mudah menggunakan layanan Bus Trans Palu untuk berbagai keperluan,” ujar Hadianto pada Minggu (9/2/2025).
Selain itu, Pemkot Palu juga berencana menambah fasilitas pendukung bagi pengguna bus. Salah satu inovasi yang segera diterapkan adalah penyediaan layanan WiFi gratis di setiap armada, sehingga penumpang dapat menikmati akses internet selama perjalanan.
Terkait pembangunan halte baru, Hadianto menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu realisasi bantuan dari program CSR. “Kami berharap pembangunan halte ini dapat segera terealisasi demi kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai upaya mendorong penggunaan transportasi umum, Pemkot Palu juga menawarkan tarif yang sangat terjangkau. Pelajar dan mahasiswa dapat menikmati layanan Bus Trans Palu dengan tarif hanya Rp 2.000. Diharapkan, kebijakan ini akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, sehingga dapat membantu mengurangi kemacetan serta menghemat biaya perjalanan harian.














