Karama.id – Palu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad) dalam penyelenggaraan program Pendidikan Kedokteran dan Program Profesi Dokter (Coass). Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Sementara Untad.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Untad, termasuk para wakil rektor, dekan, dan sivitas akademika, serta Wakil Bupati Pohuwato, Iwan Syafrudin Adam, S.H., M.BA., bersama sejumlah pejabat Pemkab Pohuwato seperti Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Dr. Rusmiati Pakaya, M.Pd.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, sebanyak 11 mahasiswa utusan Pemkab Pohuwato akan mengikuti pendidikan di Fakultas Kedokteran Untad, mencakup jenjang Strata Satu (S1) hingga Program Profesi Dokter (Coass). Para peserta berasal dari berbagai angkatan, mulai dari 2018 hingga 2022, dengan rincian sebagai berikut:
Mahasiswa S1:
Alyawati Heito
Irwanto Amran
Mahasiswa Coass:
3. Mutmaina Nento
4. Muhamad Revanza Husain
5. Sophia Anggriani Mbuinga
6. Nuranisa Nento
7. Ferry Anugrah
8. Amalya Iftitah Laonu
9. Ricky Aden Saputra R. Idrus
10. Greyson Efraldi Sampe
11. Risky Pandu
Wakil Bupati Iwan Syafrudin Adam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan agar kolaborasi ini dapat terus berkembang.
“Banyak anak-anak kami memilih kuliah di Palu, terutama di Untad. Kami bersyukur karena sejumlah lulusan dokter dari Untad kini telah mengabdi di Pohuwato. Ke depan, kami berharap bisa menjalin kerja sama lintas fakultas,” ungkapnya.
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., turut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Pohuwato. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini telah dimulai sejak 2017, saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama.
“Program ini dilandasi semangat pemerataan layanan kesehatan, khususnya dalam mewujudkan visi Satu Kecamatan Satu Dokter. Sejauh ini, sudah ada tiga dokter lulusan program ini dan 12 mahasiswa yang melanjutkan pendidikan spesialis,” terang Prof. Amar.
Ia berharap program Coass yang dijalankan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan layanan kesehatan di daerah.
Acara ditutup dengan sesi penandatanganan nota kesepahaman dan foto bersama, menandai komitmen bersama untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.














