Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Healthy Fun Run: Strategi Kolaboratif dalam Meningkatkan Kesadaran Hidup Sehat dan Pencegahan Stunting di Sulawesi Tengah

badge-check


					Healthy Fun Run di Kampus Untad, (Foto: Istimewa) Perbesar

Healthy Fun Run di Kampus Untad, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Kegiatan Healthy Fun Run yang diselenggarakan di lingkungan Kampus Universitas Tadulako (Untad) pada Minggu, 25 Mei 2025, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta sebagai bagian dari upaya preventif terhadap permasalahan stunting.

Acara ini diinisiasi oleh Forum Komunikasi Kesehatan (Forkomkes) Sulawesi Tengah dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bapak Farid R. Yotolembah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menekankan bahwa Healthy Fun Run bukan hanya merupakan ajang olahraga semata, melainkan juga sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif tentang budaya hidup sehat dan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Ketika tubuh dalam kondisi sehat, maka daya pikir pun akan menjadi cerdas dan produktivitas meningkat,” ujar beliau menegaskan urgensi menjaga kesehatan sejak usia dini.

Ketua Forkomkes Sulawesi Tengah, Bapak Ketut Suarayasa, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan Forkomkes kepada masyarakat luas sebagai forum yang menaungi berbagai profesi di bidang kesehatan. Ia menekankan bahwa isu kesehatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik tenaga kesehatan.

“Saat ini terdapat 20 organisasi profesi kesehatan yang tergabung dalam Forkomkes, mencakup profesi dokter, psikolog, ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengumumkan rencana aksi kolaboratif Forkomkes yang akan dilaksanakan mulai bulan depan di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, dengan fokus utama pada penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan lintas sektor.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako, Prof. M. Rusydi H, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu Wayan Apriani, serta para ketua organisasi profesi kesehatan se-Sulawesi Tengah.

Sebagai penutup, kegiatan Healthy Fun Run ditandai dengan komitmen bersama dari seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk menjadikan pola hidup sehat sebagai bagian integral dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan