Karama.id – Buol, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin Rapat Kerja Strategis antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Buol yang diselenggarakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Buol. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas pemerintahan melalui implementasi Program 9 BERANI sebagai fondasi pembangunan daerah yang terarah dan inklusif.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Dadang, Ketua DPRD Buol Ryan Nathaniel Kwendy, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala desa, dan mitra strategis seperti Bank Sulteng, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PLN.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya keselarasan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kami hadir untuk menyamakan persepsi agar pelaksanaan pemerintahan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dapat berjalan secara searah dan terkoordinasi,” ujar Gubernur.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga, mengingat ego sektoral kerap menjadi hambatan dalam proses pembangunan.
“Kalau dulu kita sama-sama bekerja, sekarang kita harus bekerja sama. Sinergi adalah kunci. Pendekatan sektoral harus kita ubah menjadi kolaboratif, demi kesejahteraan rakyat Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur memaparkan Program 9 BERANI yang merupakan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah dengan pendekatan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Program tersebut terdiri dari:
BERANI Cerdas – Pendidikan gratis untuk SMA/SMK/SLB negeri dan swasta, beasiswa dengan lebih dari 80.000 pendaftar, bantuan seragam, serta dana BOS daerah.
BERANI Sehat – Layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Sulteng melalui kerja sama dengan BPJS, dengan capaian Universal Health Coverage (UHC).
BERANI Lancar – Pembangunan 1.000 kilometer jalan desa untuk memperkuat akses ke wilayah pedalaman.
BERANI Menyala – Elektrifikasi desa bekerja sama dengan PLN; dari 89 desa tanpa listrik, kini tersisa 87.
BERANI Berkah – Penghentian aktivitas pemerintahan selama 30 menit menjelang waktu ibadah sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
BERANI Makmur – Program peningkatan hasil pertanian dan perikanan melalui Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, serta pembentukan brigade pertanian.
BERANI Harmoni – Pengembangan 1.000 Desa Wisata (DEWI) berbasis potensi lokal.
BERANI Sejahtera – Program SAWIRA (Sawit Milik Rakyat), yakni pemberian bibit sawit untuk mendorong ekonomi petani.
BERANI Tanggap – Respons cepat terhadap bencana dan keadaan darurat sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat.
“Program ini bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang berangkat dari pengalaman dan kebutuhan rakyat. Kami ingin seluruh masyarakat Sulawesi Tengah merasakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah,” jelas Gubernur.
Sebagai langkah konkret dalam penguatan implementasi, Gubernur juga menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan pendampingan langsung kepada OPD di Kabupaten Buol.
“Saya ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti di atas kertas. Kita harus turun langsung, mengawal, dan memastikan rakyat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain bibit tanaman kepada para petani, santunan jaminan kematian, serta beasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan mitra strategis dalam rapat kerja ini menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun Sulawesi Tengah yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat melalui semangat BERANI.














