Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam prosesi wisuda periode ke-130 dengan menobatkan Tiara Juli Arsita, mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Teknik Informatika, sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.95 dan lama studi 3 tahun 4 bulan 30 hari.
Dalam wawancara usai wisuda, Tiara mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut.

“Ini adalah momen yang sangat berkesan bagi saya. Saya merasa semua perjuangan selama kuliah terbayar dengan penghargaan ini,” ujarnya.
Perjalanan akademik Tiara ditempuh dengan strategi yang cermat. Ia aktif mengikuti kegiatan yang relevan dengan bidang studinya dan mengupayakan agar kegiatan tersebut dapat diakui sebagai bagian dari mata kuliah.
“Saya selalu mencatat dan menyusun daftar prioritas kegiatan berdasarkan urgensi, agar bisa tetap seimbang antara kuliah, organisasi, dan kehidupan pribadi,” jelasnya.
Tiara juga mengungkapkan bahwa salah satu momen paling berkesan selama kuliah adalah saat menjalani bimbingan tugas akhir bersama dosen pembimbing, Ir. Noval Trizadi Lapata, S.Kom., M.Kom.
“Beliau sangat peduli dan meluangkan waktu untuk membimbing saya. Beliau selalu memberikan solusi dan motivasi, terutama saat saya merasa kesulitan menghadapi revisi,” tuturnya.
Tantangan terbesar bagi Tiara justru datang dari dirinya sendiri.
“Musuh terbesar saya adalah rasa malas. Tapi saya lawan dengan komitmen untuk tetap bergerak dan tidak menyerah,” katanya.
Motivasi terbesarnya adalah keluarga.
“Orang tua dan keluarga saya adalah alasan utama saya ingin memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Bagi Tiara, gelar mahasiswa terbaik bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang semangat untuk terus belajar dan menjadi teladan.
“Saya percaya, mahasiswa terbaik adalah mereka yang memiliki integritas dan kedisiplinan, serta mau memberi dampak positif bagi sekitarnya,” katanya.
Setelah wisuda, Tiara berencana bekerja di bidang yang sesuai dengan kompetensinya sambil mempersiapkan studi lanjut. Ia juga menaruh perhatian besar terhadap kontribusi generasi muda dalam pembangunan bangsa.
“Membangun bangsa bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga akhlak, menjunjung etika, dan terus mengembangkan keahlian,” ujarnya.
Kepada mahasiswa yang masih menyelesaikan studi, Tiara memberikan pesan agar tidak mudah menyerah.
“Yakinlah bahwa setelah perjuangan akan ada hal indah menanti. Terus berusaha dan percaya pada proses,” ucapnya.
Ia juga berharap Universitas Tadulako terus berkembang menjadi pusat pendidikan berkualitas.
“Semoga Untad semakin unggul, menjadi kebanggaan Sulawesi Tengah dan Indonesia,” pungkasnya.














