Karama.id – Palu, Sejumlah Presiden Mahasiswa (Presma) dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/6). Mereka menyuarakan keresahan terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Dalam suasana dialogis, Rahman T. Musa, perwakilan mahasiswa, menyerahkan dokumen hasil diskusi Forum UIN Lawyers Club berisi tuntutan penegakan hukum terhadap pelaku tambang ilegal.

“Kami meminta agar Pemprov tidak hanya mengawasi, tapi juga bertindak tegas terhadap penambangan liar yang mencemari lingkungan dan mengancam keselamatan warga,” tegas Rahman.
Menanggapi hal itu, Gubernur Anwar menyampaikan apresiasi atas peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Saya menghargai kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan. Ini bagian dari kontrol sosial yang kami butuhkan,” ujar Gubernur.
Dalam pertemuan itu, Gubernur juga memaparkan progres Program Berani Cerdas, beasiswa unggulan Pemprov Sulteng. Ia menyebut lebih dari 80 ribu mahasiswa telah mendaftar, dengan seleksi lintas instansi seperti Dinas Sosial dan Dukcapil.
Beasiswa ditujukan untuk mahasiswa D3, D4, dan S1 yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin, serta memiliki prestasi akademik dan non-akademik. Untuk meningkatkan transparansi, aplikasi digital tengah dikembangkan dan akan terintegrasi dengan data kampus.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan mahasiswa dapat memperkuat upaya mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih adil, cerdas, dan berkelanjutan,” pungkas Anwar.














