Karama.id – Palu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menggelar pertemuan bersama seluruh lurah dan camat se-Kota Palu, bertempat di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, Kepala Bagian Hukum, Mohammad Affan, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Palu, Bachtiar, S.STP.
Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi, mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak air tanah, hingga retribusi sampah dan usaha.

“Saya minta kepada lurah dan camat untuk betul-betul memperhatikan pajak dan retribusi. Pastikan ini tertunaikan dengan baik, dari rumah tangga hingga pelaku usaha di wilayah masing-masing,” tegas Wali Kota.
Ia menyampaikan bahwa peningkatan pengelolaan pajak akan berdampak langsung pada kesejahteraan perangkat kelurahan dan kecamatan di masa depan, serta berpengaruh pada penilaian jabatan lurah dan camat ke depan.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kerja sama antara lurah, camat, RT, RW, lembaga adat, dan masyarakat, terutama dalam menjaga ketertiban wilayah. Ia menyinggung persoalan kehilangan manhole di Jalan Tombolotutu sebagai contoh lemahnya pengawasan.
“Kita jangan hanya berlomba-lomba memperbaiki, tapi juga harus berlomba-lomba mengawasi dan menjaga ketertiban,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan kelurahan, seperti LPM, RT, dan RW, serta meminta agar proses pemilihan Ketua LPM dilakukan secara demokratis dan sesuai aturan.
“Berikan hak demokratis kepada masyarakat. Jangan menambah atau mengurangi aturan. Kalau tidak jelas, konsultasikan ke bagian hukum,” imbaunya.
Wali Kota turut menyoroti perlunya percepatan penyelesaian masalah tanah dan lahan, agar tidak berkembang menjadi persoalan hukum. Ia meminta tim di lapangan bekerja lebih aktif dan fokus bukan hanya pada target angka, tetapi juga memastikan lembar SPPT benar-benar diterbitkan.
Menutup arahannya, Wali Kota Hadianto mengapresiasi capaian PAD Kota Palu yang telah mencapai 40% hingga Juli 2025. Meskipun target 100% diakui cukup berat, namun ia tetap optimis.
“Kalau bisa 100%, kenapa tidak,” pungkasnya.














