Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Satgas II Preemtif Ops Madago Raya Gelar Penguatan Moderasi Beragama di Desa Purwosari

badge-check


					Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Dalam Bingkai NKRI, (Foto: Istimewa) Perbesar

Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Dalam Bingkai NKRI, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Parimo, Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan mencegah berkembangnya paham radikal serta intoleransi, Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya menggelar kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI, bertempat di Aula Desa Purwosari, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

Desa Purwosari yang dikenal dengan masyarakatnya yang majemuk ditetapkan sebagai desa percontohan Kampung Moderasi Beragama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatgas II Preemtif, AKBP Moh. Taufik, S.H., dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Parimo, Camat Torue, Kapolsek Torue, Kepala Desa dan staf, Ketua BPD, para tokoh lintas agama, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Tadulako.

Dalam sambutan Kaops Madago Raya, Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K., M.H., yang dibacakan oleh AKBP Moh. Taufik, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Polri untuk memperkuat ketahanan masyarakat melalui nilai-nilai moderasi beragama yang sejalan dengan semangat kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Desa Purwosari dipilih sebagai lokasi percontohan karena masyarakatnya yang plural hidup dalam harmoni. Ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan, dan menjadi benteng utama dalam menangkal paham-paham ekstrem,” ujar AKBP Taufik dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, serta Camat Torue, Niluh Elisabeth, S.E.

Dalam materinya, Prof. Zainal menegaskan bahwa moderasi beragama harus menjadi gerakan kolektif untuk merawat kebinekaan dan mencegah konflik sosial berbasis agama. Sementara itu, Niluh Elisabeth mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan membangun rasa saling menghargai antarpemeluk agama.

Sesi diskusi yang berlangsung interaktif diwarnai apresiasi dari para tokoh lintas agama. Mereka menyambut baik inisiatif Satgas Madago Raya dalam menyelenggarakan kegiatan yang edukatif dan inspiratif ini, dan berharap agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah lain di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini juga melibatkan Da’i Kamtibmas Polri, yang memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Di antara yang hadir adalah Aiptu Erwin, Aiptu Zulham, dan Brigpol Farid Wajdi.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Satgas II Preemtif Ops Madago Raya berharap dapat memperkuat daya tahan ideologi masyarakat serta membentuk budaya hidup yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan moderasi beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi