Karama.id – New York, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan saat Prabowo berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) soal Palestina yang digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
“Kami siap berperan dalam upaya menuju perdamaian. Kami bersedia menyiapkan pasukan perdamaian, kami siap mendukung,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang dikutip dari CNN Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengapresiasi negara-negara sekutu dekat Amerika Serikat seperti Inggris, Prancis, Kanada, Australia, dan Portugal yang telah mengakui kemerdekaan Negara Palestina. Ia pun menyerukan agar negara-negara lain yang belum mengakui Palestina untuk segera melakukannya di tengah agresi brutal Israel.
“Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita,” tegas Prabowo.
Kesiapan Indonesia mengirim pasukan perdamaian ini sebenarnya sudah pernah disampaikan Presiden Prabowo pada Juli 2024 lalu dalam forum antar Menteri Pertahanan Shangri-La Dialogue di Singapura. Saat itu, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia siap mengirim pasukan untuk menjaga dan memantau prospek gencatan senjata, apabila diminta oleh PBB.
Langkah ini sejalan dengan Deklarasi New York yang didukung oleh PBB. Deklarasi tersebut menyatakan dukungan terhadap pengerahan misi stabilisasi internasional di Gaza, yang akan dilaksanakan atas undangan Otoritas Palestina dan di bawah naungan PBB. Misi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada warga sipil Palestina, mendukung pengalihan tanggung jawab keamanan kepada Otoritas Palestina, serta memantau perjanjian damai dan gencatan senjata di masa depan.
Konflik di Gaza semakin menjadi perhatian dunia sejak agresi militer Israel ke wilayah tersebut pada Oktober 2023. Serangan brutal yang berlangsung hampir tanpa henti telah menyebabkan lebih dari 65.000 warga Palestina tewas, jutaan orang mengungsi, serta menghancurkan ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil.
Dengan kesiapan Indonesia untuk ikut serta dalam misi perdamaian internasional, diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza.














