Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Fakultas Kedokteran Untad Gelar Sharing Session “Cegah dan Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini”

badge-check


					Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sharing Session with the Expert: Cegah dan Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini.” (Foto: Istimewa) Perbesar

Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sharing Session with the Expert: Cegah dan Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini.” (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month) yang rutin diperingati setiap bulan Oktober, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sharing Session with the Expert: Cegah dan Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini.”

Kegiatan ini digelar pada Jumat (31/10/2025) di Aula Baru Fakultas Kedokteran Untad dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Acara menghadirkan dua narasumber utama, yakni dr. Yusfitaria Alvina, Sp.B, Subsp. Onk(K), MARS, M.Kes., dan dr. Gina Andyka Hutasoit, M.Biomed, Sp.PA., yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai pencegahan dan deteksi dini kanker payudara serta kanker serviks.

Baca Juga:
Untad Terima Kunjungan Konsul Jenderal Australia, Bahas Kolaborasi Riset Internasional dan Program PAIR

Dalam pemaparannya, dr. Yusfitaria Alvina menjelaskan bahwa kanker payudara (Ca mammae) merupakan keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar, maupun jaringan penunjang payudara. Ia menegaskan, faktor risiko utama penyakit ini antara lain genetik, pola hidup tidak sehat, konsumsi lemak jenuh, obesitas, serta usia saat melahirkan dan menopause.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, berolahraga minimal dua kali seminggu, dan melakukan pemeriksaan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin,” ujar dr. Yusfitaria.

Sementara itu, dr. Gina Andyka Hutasoit memaparkan materi tentang kanker serviks, yang merupakan keganasan pada sel leher rahim dan menjadi kanker nomor dua terbanyak diderita perempuan di dunia. Berdasarkan data tahun 2022, tercatat 36.964 kasus baru dengan angka kematian mencapai 20.708 jiwa per tahun di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus), yang dapat menyebabkan displasia serviks atau pertumbuhan sel abnormal jika tidak ditangani dengan tepat.

“Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan pap smear secara berkala untuk mendeteksi perubahan sel sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga:
PKKMB 2025 PSDKU Untad Morowali Resmi Dibuka, Angkat Tema “Your Campus, Your Stage, Your Future”

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber, di mana peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar gejala awal, pola hidup sehat, hingga metode pemeriksaan mandiri.

Selain sesi edukatif, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium gratis, konsultasi dokter spesialis, serta pembagian souvenir, e-sertifikat, dan doorprize menarik bagi peserta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan kanker, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan