Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Untad Gandeng BPJPH, Perkuat Ekosistem Halal hingga Jajaki Kerja Sama dengan Yordania

badge-check


					Penandatanganan MoU Antara Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Foto: Istimewa) Perbesar

Penandatanganan MoU Antara Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Jakarta, Universitas Tadulako (Untad) memperluas perannya dalam pengembangan ekosistem halal melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Rabu (4/2/2026) di Gedung BPJPH, Jakarta Timur. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia halal sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam industri halal nasional.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bersama Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Kerja sama ini diarahkan pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pelatihan dan penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang jaminan produk halal.

Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada administrasi kerja sama, tetapi menjadi penguatan peran kampus dalam membangun keahlian halal yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha. “Kerja sama ini kami arahkan untuk memperkuat Tri Dharma, terutama penguatan kompetensi SDM halal melalui pendidikan, riset kolaboratif, pengabdian, dan pelatihan yang terukur,” ujar Prof. Amar.

Melalui kolaborasi tersebut, Untad dan BPJPH juga mendorong pengembangan kurikulum jaminan produk halal pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma, sarjana, hingga pascasarjana. Upaya ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli halal yang terus meningkat seiring berkembangnya industri halal di Indonesia.

Momentum penandatanganan MoU ini berlangsung bersamaan dengan agenda nasional yang menghadirkan kolaborasi internasional antara Indonesia dan Kerajaan Yordania dalam bidang jaminan produk halal. Kehadiran mitra internasional membuka peluang sinergi yang lebih luas bagi perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Tadulako.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untad juga melakukan pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia, Sudqi Attalah Al Omoush, guna membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan industri halal. Pemerintah Yordania disebut berencana menjalin kemitraan dengan 15 perguruan tinggi di Indonesia, dan Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang berpotensi terlibat.

Prof. Amar menyampaikan bahwa peluang tersebut menjadi bagian dari langkah internasionalisasi Untad. “Kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk pertukaran pengetahuan, riset bersama, dan penguatan jejaring internasional agar kontribusi Untad pada ekosistem halal semakin berdampak,” tuturnya.

Dalam kegiatan itu, Rektor Universitas Tadulako didampingi Ketua Senat Untad Prof. Dr. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., Kepala LPPM Untad Dr. Lukman, M.Hum., Anggota Dewan Pertimbangan Untad Prof. Dr. Sutarman Yodo, S.H., M.H., Rektor Untad Periode 2019–2023 Prof. Dr. Mahfud, M.P., Sekretaris Senat Untad Ir. Iqbal, M.T., serta Kepala Halal Center LPPM Untad Budi, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan