Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Wagub Reny: Kolaborasi Jadi Kunci Pertahankan Status Bandara Internasional Mutiara SIS Aljufri

badge-check


					Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. saat membuka Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Pre-Launching bandara tersebut yang digelar di Sriti Convention Hall (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes. saat membuka Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Pre-Launching bandara tersebut yang digelar di Sriti Convention Hall (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga dan memaksimalkan status Bandara Internasional Mutiara SIS Aljufri. Penegasan itu disampaikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) sekaligus Pre-Launching bandara tersebut yang digelar di Sriti Convention Hall, Kamis (12/2/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Reny menyebut keberlanjutan status bandara internasional sangat ditentukan oleh konsistensi keterisian penumpang pada rute-rute internasional. Karena itu, ia mengajak semua pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, otoritas bandara, pelaku usaha, hingga masyarakat—untuk bergerak bersama memastikan rute internasional yang dibuka dapat terisi optimal.

“Kita harus bekerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi supaya penerbangan ini bisa full terus,” ujar Wagub Reny, merujuk pada rute perdana Palu–Guangzhou (Tiongkok) yang dijadwalkan beroperasi pada April 2026.

Menurutnya, bandara internasional bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan pintu masuk strategis yang berdampak langsung terhadap perekonomian daerah. Dengan terbukanya konektivitas internasional, Wagub optimistis sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata akan ikut terdorong.

“Dengan terbukanya gerbang udara ini, pertumbuhan ekonomi akan meningkat, daya saing daerah terangkat, produk unggulan lebih mudah dipasarkan, dan pariwisata kita dapat menarik wisatawan mancanegara,” jelasnya.

FGD dan pre-launching tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama, termasuk peningkatan kualitas layanan bandara, kesiapan sumber daya manusia, serta strategi promosi pariwisata dan potensi daerah secara lebih masif. Wagub menekankan pentingnya rencana aksi yang konkret agar Sulawesi Tengah semakin terhubung dengan jaringan transportasi global tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal.

“Momentum pre-launching ini harus menjadi langkah awal membawa Sulawesi Tengah lebih terbuka, lebih dikenal dunia, dan tetap menjaga identitas lokal,” pungkas Wagub.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar Capt. M. Mauludin, Anggota DPRD Sulteng Dr. Vera Rompas Mastura, jajaran Forkopimda, Kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri, serta para kepala OPD, pelaku usaha, dan mitra strategis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi