Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Pemprov Sulteng Matangkan “Berani Harmoni”, Koperasi Disiapkan Jadi Simpul Ekosistem Usaha Terpadu

badge-check


					Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Sumarno beserta jajaran, di ruang kerjanya. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Sumarno beserta jajaran, di ruang kerjanya. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mulai mematangkan konsep pengembangan ekosistem usaha terpadu yang menghubungkan koperasi, pelaku usaha baru, dan sektor swasta dalam satu skema kolaboratif. Program bertajuk Berani Harmoni diposisikan sebagai kerangka besar untuk menggerakkan inisiatif tersebut.

Dalam pertemuan pematangan konsep, pembahasan tidak hanya menyoroti penguatan Koperasi Merah Putih, tetapi juga kesiapan lahan pembangunan gerai koperasi serta integrasi program pelatihan wirausaha baru dengan sistem koperasi yang sudah berjalan.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menekankan bahwa pendekatan yang dibangun bukan semata memperbanyak jumlah koperasi, melainkan membentuk rantai usaha yang saling menopang dan terhubung dari hulu ke hilir. Menurutnya, koperasi harus menjadi simpul pembinaan sekaligus distribusi bagi pelaku usaha baru.

“Berani Harmoni kita siapkan sebagai payung besar agar koperasi, dunia usaha, dan pemerintah bergerak dalam satu arah,” ujar Anwar Hafid.

Pemprov Sulteng, lanjutnya, akan segera menggelar pelatihan kewirausahaan yang terintegrasi dengan pengembangan koperasi. Skema ini dirancang agar peserta pelatihan tidak berjalan sendiri, melainkan langsung terhubung dengan sistem pembinaan, akses pasar, dan dukungan kelembagaan koperasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan evaluasi berkelanjutan terhadap tata kelola koperasi agar lebih profesional dan adaptif terhadap dinamika pasar. Kolaborasi dengan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD disebut menjadi bagian penting dalam memperkuat akses permodalan serta jejaring usaha.

Melalui skema Berani Harmoni, Pemprov Sulteng menargetkan terbentuknya struktur ekonomi rakyat yang lebih terorganisir sekaligus memperluas lapangan kerja berbasis kewirausahaan di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi