Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Polda Sulteng Matangkan Pengamanan Lebaran, Operasi Ketupat Tinombala 2026 Kerahkan 3.739 Personel Gabungan

badge-check


					Rakor dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (Foto: Istimewa) Perbesar

Rakor dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Palu, Selasa (10/3/2026).

Rakor dipimpin langsung Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Endi Sutendi dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, Kodam XXIII/Palaka Wira, Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Tengah, BNN Provinsi Sulawesi Tengah, serta Lanal Palu.

Turut hadir pula Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, para pejabat utama Polda Sulteng, Kapolres/Ta jajaran, perwakilan instansi terkait, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam rakor tersebut, sejumlah instansi memaparkan kesiapan dukungan untuk pengamanan Lebaran, di antaranya Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan agenda nasional yang setiap tahun memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Momentum Idulfitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.

Kapolda mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang. Karena itu, rapat koordinasi lintas sektoral dinilai penting untuk memperkuat sinergi antarinstansi, sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan berbagai langkah antisipasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026, Polda Sulteng akan mengerahkan 3.739 personel gabungan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, dan 1.774 personel dari instansi serta stakeholder terkait.

Operasi kepolisian terpusat itu akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Untuk menunjang pelaksanaan operasi, Polda Sulteng akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres/Ta jajaran.

Kapolda menjelaskan, 92 pos tersebut terdiri atas 58 Pos Pengamanan (Pos Pam), 19 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 15 Pos Terpadu. Pos Pengamanan akan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan. Sementara Pos Pelayanan disiapkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi para pemudik.

Adapun Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelas Kapolda.

Dalam arahannya, Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026. Ia meminta seluruh instansi segera melakukan inventarisasi potensi kerawanan dan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Selain itu, Kapolda mengingatkan seluruh stakeholder agar meningkatkan koordinasi dan menghilangkan ego sektoral, dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama lintas instansi.

Edukasi kepada masyarakat juga diminta terus digencarkan melalui media sosial, media elektronik, maupun media cetak, terutama terkait pentingnya mudik yang aman dan tertib. Pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.

Tak hanya itu, pengamanan juga akan difokuskan pada sejumlah titik strategis, seperti masjid, lokasi salat Idulfitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik seperti pelabuhan, terminal, dan bandara.

Kapolda juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan dan potensi aksi terorisme.

“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal