Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Beranda

Wagub Reny Dorong Slogan “Dua Anak Lebih Sehat” untuk Perangi Stunting di Sulawesi Tengah

badge-check


					Kepala BKKBN Perwakilan Sulteng, Tenny C. Soriton menandatangani MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN dengan sejumlah mitra kerja, di di Hotel Gransya, Palu. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kepala BKKBN Perwakilan Sulteng, Tenny C. Soriton menandatangani MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN dengan sejumlah mitra kerja, di di Hotel Gransya, Palu. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara tegas mendorong penguatan kembali slogan “Dua Anak Lebih Sehat” sebagai strategi utama dalam mewujudkan generasi Sulawesi Tengah yang berkualitas. Hal tersebut ditekankannya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Hotel Gransya, Palu, Kamis (12/03/2026).

Dalam arahannya, Wagub Reny menyebut bahwa perencanaan keluarga yang matang adalah kunci utama dalam menekan angka stunting. Dengan membatasi jumlah anak, orang tua memiliki kemampuan lebih besar untuk memastikan pemenuhan gizi dan pendidikan yang layak.

“Dua anak lebih sehat dan lebih baik. Berencana itu keren,” ujar Reny.

Terkait teknis penanganan di lapangan, Wagub meminta adanya integrasi data yang solid antara SSGI dan e-PPGBM agar potret sebaran stunting di Sulawesi Tengah menjadi lebih akurat. Ia menilai pencatatan rutin di tingkat Posyandu adalah kunci kecepatan penanganan.

“Dengan data yang tercatat secara berkala, intervensi program dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wagub Reny memberikan catatan kritis agar para petugas tidak hanya terpaku pada indikator fisik semata dalam melakukan penilaian di lapangan. Ia mengingatkan bahwa stunting memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar tinggi badan, termasuk aspek perkembangan motorik dan kecerdasan anak.

“Melihat stunting bukan hanya dari faktor tinggi badan, tetapi juga dari faktor-faktor lainnya,” tegas Wagub.

Sebagai langkah konkret, ia menginstruksikan pendekatan proaktif berupa kunjungan langsung ke rumah-rumah warga yang jarang hadir ke Posyandu. Penutupan Rakorda ini ditandai dengan ajakan kolaborasi lintas sektor melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Saya harap kepala OPD ikut program Genting,” pungkasnya mendorong partisipasi para pimpinan perangkat daerah sebagai orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Beranda