Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menerima bantuan ribuan buku dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan global.
Berdasarkan dokumen resmi yang diterima, sebanyak 3.048 eksemplar buku telah diserahkan kepada Untad. Jumlah tersebut dinilai sangat signifikan dan mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan literatur akademik di lingkungan kampus.

Koleksi buku tersebut mencakup berbagai judul strategis, yang sebagian besar berisi karya-karya penting terkait pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok, termasuk seri The Governance of China. Selain itu, terdapat pula literatur yang membahas tata kelola negara, pembangunan ekonomi, hubungan internasional, hingga arah transformasi Tiongkok modern.
Dalam proses penyerahan, Rektor Untad didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Dr.sc.agr. Aiyen, M.Sc., serta Kepala Perpustakaan Untad, Nurhayati, S.Sos., M.Si.
Rektor Untad dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menilai hibah ini sebagai langkah strategis dalam memperkaya sumber belajar di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah Universitas Tadulako mendapatkan bantuan buku dari China, atau dari Hainan. Sebanyak ribuan buku ini menjadi sebuah kebanggaan dan sebagai bahan literasi bagi kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa koleksi tersebut berpotensi menjadikan Untad sebagai salah satu perguruan tinggi dengan koleksi buku berbahasa Mandarin yang cukup lengkap di Indonesia. Menariknya, seluruh proses pengadaan buku diberikan secara hibah tanpa membebani anggaran kampus.
“Kita berterima kasih atas pemberian buku-buku ini karena mulai dari pengiriman sampai diterima di Untad, tidak satu rupiah pun kita keluarkan,” tambahnya.
Hibah buku ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Untad ke Tiongkok, yang mempertemukan pihak universitas dengan salah satu percetakan besar di negara tersebut.
Secara strategis, koleksi buku ini diharapkan dapat memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi dan rujukan akademik. Selain itu, koleksi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperdalam kajian terkait pembangunan Tiongkok yang dikenal dengan pendekatan terencana, konsisten, dan berbasis visi jangka panjang.
Dalam konteks akademik, buku-buku tersebut memiliki nilai strategis sebagai sumber literatur utama bagi mahasiswa dan dosen, referensi penelitian lintas disiplin, serta bahan pembelajaran untuk analisis komparatif antara model pembangunan Tiongkok dan Indonesia.
Dengan jumlah koleksi yang besar dan cakupan materi yang komprehensif, Universitas Tadulako kini memiliki akses terhadap salah satu kumpulan literatur penting mengenai model pembangunan Tiongkok yang dapat dimanfaatkan oleh civitas akademika maupun masyarakat umum melalui Perpustakaan Untad.
Rektor berharap, keberadaan koleksi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong lahirnya penelitian, gagasan, serta kebijakan yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, hingga global.














