Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Nambaso Fest yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Sulteng Nambaso dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah, di Jodjokodi Convention Center (JCC) Palu, Selasa malam (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan menyentuh dengan mengibaratkan Sulawesi Tengah sebagai seorang “ibu” yang telah melahirkan dan membesarkan seluruh masyarakatnya.

Ia menyebut, dari “rahim” provinsi ini telah lahir sekitar 3,7 juta penduduk, 13 kabupaten/kota, 157 kecamatan, serta lebih dari 2.000 desa dan kelurahan, termasuk berbagai tokoh bangsa, akademisi, hingga aparat keamanan.
“Sebagai anak yang tahu diri, maka sudah seharusnya kita memberikan pengabdian terbaik bagi ibu kita, Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Dalam momentum tersebut, Gubernur juga menegaskan pentingnya perubahan pola pengabdian dari yang bersifat normatif menjadi lebih nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, daerah tidak akan berkembang jika para pemimpin hanya berfokus pada kepentingan jabatan, seperti mempertahankan kekuasaan atau mengejar posisi yang lebih tinggi.
“Sudah saatnya kita meninggalkan pengabdian yang normatif. Kita harus bekerja dengan hati, dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” tegasnya.
Gubernur turut menyoroti kondisi sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Ia mengungkapkan masih terdapat sekitar 331 ribu warga yang hidup dalam kondisi kurang beruntung serta sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Ia menggambarkan masih adanya masyarakat yang hidup di pelosok dengan keterbatasan fasilitas, bahkan harus bertahan dalam kondisi serba minim.
“Ibu kita tidak meminta yang lain. Ibu kita hanya meminta selamatkan saudaramu sebagaimana saya telah menyelamatkan kamu semua,” ucapnya.
Melalui Nambaso Fest, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam semangat “Sulteng Nambaso” sebagai kekuatan kolektif dalam membangun daerah.
Ia juga menekankan bahwa tantangan pembangunan ke depan hanya dapat diatasi melalui kerja sama yang nyata, bukan sekadar bekerja bersama tanpa arah yang jelas.
“Mari kita bergandengan tangan, meninggalkan kepentingan pribadi, dan bersama-sama menyelamatkan saudara-saudara kita yang belum beruntung,” pungkasnya.
Pembukaan Nambaso Fest berlangsung meriah dan menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan Semarak Sulteng Nambaso yang diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan serta mendorong percepatan pembangunan di Sulawesi Tengah.














