Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Sulteng Targetkan Jadi “Raja Durian Dunia”, 17 Kontainer Durian Beku Diekspor ke Tiongkok

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid Melepas Ekpor Raya Durian Beku Ke Tiongkok. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid Melepas Ekpor Raya Durian Beku Ke Tiongkok. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan daerahnya menjadi “raja durian dunia” seiring meningkatnya ekspor komoditas durian beku ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Target tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat melepas ekspor raya durian beku di instalasi karantina PT Duco Food Indonesia, Kelurahan Baiya, Kompleks Pergudangan Pelabuhan Pantoloan, Kamis (16/4/2026).

Dalam kegiatan bertema “Sulawesi Tengah Menuju Raja Durian Dunia” itu, sebanyak 17 kontainer durian beku dengan volume 459 ton atau senilai Rp42,5 miliar resmi diberangkatkan ke Tiongkok.

Gubernur menyatakan Sulawesi Tengah merupakan salah satu penghasil durian terbesar di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Ia menekankan pentingnya pengelolaan komoditas secara profesional dan berorientasi ekspor.

“Potensi ini harus dikelola secara serius agar mampu bersaing di pasar internasional. Hari ini kita membuktikan petani durian Sulawesi Tengah mampu sejajar dengan produsen terbaik dunia,” ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah provinsi, sejak Januari hingga 12 April 2026, Sulawesi Tengah telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.

Capaian tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat posisi Sulawesi Tengah di pasar ekspor hortikultura global, sekaligus mempertegas perannya sebagai sentra produksi durian di kawasan timur Indonesia.

Wilayah produksi durian yang menopang ekspor ini tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga terintegrasi dengan daerah lain di Sulawesi seperti Gorontalo, Mamuju Barat, Luwu, Masamba, hingga Bulukumba.

Pemerintah Provinsi Sulteng juga terus mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani guna meningkatkan nilai ekonomi komoditas durian. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Berani Nambaso” yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengapresiasi capaian ekspor tersebut dan menilai sektor hortikultura, khususnya durian, memiliki peluang besar di pasar Tiongkok.

Ia menambahkan, program transmigrasi ke depan akan diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi wilayah, termasuk menjadikan kawasan Parigi Moutong hingga Poso sebagai koridor ekonomi hortikultura terintegrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, serta perwakilan asosiasi dan petani durian. Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan, pembagian bibit durian, serta kegiatan makan durian bersama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi