Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026).
Upacara yang berlangsung di lingkungan kampus Untad itu dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik,Prof. Andi Rusdin dan diikuti civitas akademika Untad.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Andi Rusdin membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid yang menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan dan nasionalisme di tengah perkembangan zaman.
Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu bersinergi dalam memperkuat rasa cinta tanah air demi kemajuan Indonesia ke depan.
Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya peringatan sejarah, tetapi momentum untuk merefleksikan perjuangan bangsa yang terus berkembang mengikuti tantangan zaman.
“Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Prof. Andi Rusdin saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital.
Ia juga menegaskan bahwa semangat tahun 1908 menjadi tonggak penting perubahan perjuangan bangsa Indonesia dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi menjaga martabat serta kedaulatan bangsa.
Usai upacara, Prof. Andi Rusdin mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional di lingkungan Untad dimaknai sebagai semangat untuk terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam membentuk generasi muda yang tetap memiliki jiwa nasionalisme di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, pihak kampus mendorong mahasiswa agar lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan.
“Sekarang ini kan banyak juga yang kita lihat penggunaan AI. Ke depan itu kami akan mencoba membuat pedoman penggunaan AI untuk memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya untuk pendidikan itu harus kita sesuaikan sehingga pemanfaatan AI bisa membantu kita untuk meningkatkan kompetensi keahlian, kemudian kemampuan kita untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih kompleks dan lebih banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi tidak dapat ditolak karena membawa banyak kemudahan dalam berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, pemanfaatannya tetap harus diiringi dengan nilai-nilai kebangsaan dan tanggung jawab moral.
“Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi karena tentunya dengan adanya teknologi akan membantu pekerjaan. Tetapi rasa cinta terhadap NKRI dan sikap nasionalisme harus tetap menjadi dasar dalam memanfaatkan setiap kemajuan di era digital saat ini,” tegasnya.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Untad tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sivitas akademika dalam menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan teknologi secara bijak demi mendukung kemajuan bangsa.














