Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Wagub Sulteng Soroti Membludaknya Pasien RS Undata, Dorong Penguatan Layanan Primer

badge-check


					Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menyoroti membludaknya jumlah pasien di rumah sakit rujukan provinsi, khususnya RSUD Undata, di tengah tingginya pemanfaatan program Berani Sehat oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dr. Reny saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya, Palu, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, penguatan layanan kesehatan primer melalui puskesmas dan klinik menjadi langkah penting untuk mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit.

Baca Juga:
Reny Lamadjido Dorong Dokter Muda Tingkatkan Kompetensi dan Lanjutkan Pendidikan

dr. Reny menjelaskan, saat ini sebagian besar masyarakat masih memilih langsung berobat ke rumah sakit, padahal banyak kasus kesehatan sebenarnya dapat ditangani terlebih dahulu di fasilitas pelayanan primer.

“Tujuh puluh persen pelayanan langsung di rumah sakit. Padahal pasien sebenarnya bisa ditangani dulu di primer sebelum dirujuk,” ujarnya.

Ia menegaskan, klinik dan puskesmas harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di era program Berani Sehat.

Dengan penguatan layanan primer, rumah sakit dapat lebih fokus menangani pasien rujukan maupun kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan.

“Selesaikan dulu di primer supaya rumah sakit tidak penuh,” kata dr. Reny.

Program Berani Sehat sendiri merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga ber-KTP Sulawesi Tengah.

Sepanjang tahun 2025, program tersebut disebut telah dimanfaatkan lebih dari 173 ribu warga.

Program itu dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi warga yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, kepesertaannya nonaktif akibat tunggakan iuran, maupun penerima bantuan iuran (PBI) yang dicabut.

Namun tingginya penggunaan layanan kesehatan melalui program tersebut juga berdampak pada meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit rujukan provinsi, termasuk RS Undata.

Baca Juga:
RSUD Undata Diproyeksikan Jadi Rumah Sakit Bertaraf Internasional

Karena itu, Reny berharap kegiatan yang digagas Asosiasi Klinik Indonesia Sulawesi Tengah tersebut dapat melahirkan strategi peningkatan mutu layanan kesehatan primer sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berencana menjalin nota kesepahaman bersama klinik dan BPJS Kesehatan guna memperkuat implementasi BERANI Sehat di tingkat pelayanan primer.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua ASKLIN Pusat Eddi Junaidi, Ketua ASKLIN Sulteng Muhammad Akbar, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, serta organisasi profesi kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi