Karama.id – Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) segera menorehkan sejarah baru di sektor transportasi udara dengan dimulainya penerbangan internasional perdana rute Palu–Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok, yang dijadwalkan beroperasi pada Rabu, 6 Agustus 2026, melalui Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng memastikan seluruh persiapan telah dimatangkan, mulai dari aspek operasional penerbangan, pelayanan bandara, keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga koordinasi lintas instansi guna menjamin kelancaran penerbangan internasional perdana tersebut.

Beroperasinya rute langsung Palu–Guangzhou menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah dengan pasar internasional sekaligus mempertegas posisi daerah sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan dan investasi di kawasan Indonesia timur.
Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyatakan bahwa pembukaan rute internasional tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui penguatan konektivitas global.
“Penerbangan internasional ini bukan sekadar membuka jalur transportasi baru, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan ekspor komoditas unggulan Sulawesi Tengah ke pasar dunia,” ujar Gubernur.
Menurutnya, kehadiran penerbangan langsung menuju Guangzhou akan memangkas waktu dan biaya distribusi, sehingga meningkatkan daya saing berbagai komoditas unggulan daerah, mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, hingga produk-produk hasil industri.
Selain mendukung kegiatan ekspor, rute internasional tersebut juga diharapkan mampu menarik lebih banyak investor dan wisatawan mancanegara untuk datang ke Sulawesi Tengah, sekaligus memperluas jaringan kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.
Pemprov Sulteng optimistis konektivitas internasional ini akan menjadi katalisator bagi peningkatan arus investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kami berharap penerbangan Palu–Guangzhou menjadi awal terbentuknya jaringan penerbangan internasional lainnya yang akan semakin memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur,” tambahnya.
Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, instansi keimigrasian, bea cukai, karantina, maskapai penerbangan, serta pemerintah daerah, telah berkoordinasi untuk memastikan seluruh layanan berjalan optimal sejak penerbangan perdana dilaksanakan.
Momentum beroperasinya rute internasional Palu–Guangzhou menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat sektor transportasi, logistik, perdagangan, dan pariwisata sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Dengan terbukanya akses penerbangan langsung ke Tiongkok, Sulawesi Tengah diharapkan semakin terhubung dengan pasar global, meningkatkan daya saing daerah, memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. *














