Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Nasional

Kebakaran Meluas, Seluruh Akses Menuju Gunung Bromo Ditutup hingga Waktu yang Belum Ditentukan

badge-check


					Kebakaran Di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Istimewa) Perbesar

Kebakaran Di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Malang, Akses menuju Gunung Bromo kini terhenti setelah meluasnya kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Seluruh jalur masuk wisata ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah untuk memastikan keselamatan wisatawan sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran.

Penutupan total mulai diberlakukan pada Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB setelah kebakaran terus meluas di kawasan Bromo. Lima akses wisata yang terdampak penutupan meliputi Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Dengan penutupan tersebut, wisatawan dari seluruh jalur masuk tidak diperkenankan memasuki kawasan TNBTS sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Keputusan penutupan diambil seiring dengan semakin luasnya area yang terdampak kebakaran. Data terbaru TNBTS pada 9 Agustus 2026 menunjukkan luas kawasan terdampak telah mencapai sekitar 520 hektare.

Kebakaran tidak hanya terjadi pada satu titik, tetapi menjalar ke kawasan savana dan berbagai vegetasi lainnya. Kondisi medan pegunungan menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan, ditambah kondisi vegetasi yang kering serta angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Penutupan kawasan tersebut juga berdampak terhadap agenda wisata yang telah direncanakan. Wisatawan yang telah melakukan pemesanan akomodasi maupun paket perjalanan harus menyesuaikan kembali rencana kunjungan mereka hingga terdapat kepastian mengenai pembukaan kawasan.

Bagi pengelola wisata, penutupan menjadi langkah penting untuk mengutamakan keselamatan pengunjung serta memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan kebakaran tanpa adanya aktivitas wisata di kawasan terdampak.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan akses wisata Gunung Bromo akan kembali dibuka. Keputusan pembukaan kembali akan bergantung pada perkembangan penanganan kebakaran dan hasil evaluasi terhadap kondisi serta keamanan kawasan.

Dengan luas area terdampak yang telah mencapai sekitar 520 hektare, pemulihan kawasan Bromo diperkirakan membutuhkan waktu dan penanganan yang tidak singkat. Perhatian kini tidak hanya tertuju pada upaya mengendalikan api, tetapi juga pada proses pemulihan ekosistem dan kawasan wisata sebelum kembali dibuka untuk masyarakat. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Nasional