Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Bank Indonesia Mengajar 2026, Rektor Untad Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Ekonomi yang Adaptif dan Berintegritas

badge-check


					Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Membuka Kegiatan Pelaksanaan Bank Indonesia Mengajar. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Membuka Kegiatan Pelaksanaan Bank Indonesia Mengajar. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia melalui kegiatan Bank Indonesia Mengajar 2026 yang menghadirkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, di Gedung Smart Class H. Muhidin M. Said Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai dinamika perekonomian nasional sekaligus memahami berbagai tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia di masa mendatang.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bank Indonesia Mengajar. Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan teori yang diperoleh mahasiswa di ruang akademik dengan pengalaman serta praktik kebijakan ekonomi secara langsung.

“Bank Indonesia Mengajar ini merupakan sebuah momentum untuk mempertemukan antara teori akademik dengan pengalaman dan kebijakan ekonomi secara langsung,” ujar Rektor.

Baca Juga:
Dies Natalis ke-45 Untad, Rektor Tegaskan Semangat “Kita UNTAD” untuk Bangun Kampus yang Unggul dan Berdampak

Prof. Amar menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu memperoleh wawasan yang lebih luas melalui interaksi langsung dengan pelaku maupun pengambil kebijakan.

Menurutnya, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis harus memiliki kemampuan untuk membaca perubahan, menawarkan solusi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Kemampuan berpikir kritis, analitis, adaptif, dan berbasis data menjadi modal penting dalam menghadapi persoalan ekonomi yang semakin kompleks.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mampu menjawab soal ekonomi, tetapi jadilah generasi yang mampu menjawab persoalan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memperkenalkan semangat “KITA UNTAD” yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako. KITA UNTAD dimaknai melalui nilai Kolaboratif, Inovatif, Transformatif, dan Adaptif. Menurut Prof. Amar, nilai tersebut harus menjadi bagian dari karakter sivitas akademika dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat.

Untad, kata dia, terus diarahkan menjadi perguruan tinggi yang unggul, tangguh, dan adaptif. Karakter tangguh menjadi penting karena Sulawesi Tengah berada di wilayah dengan risiko kebencanaan yang tinggi. Sementara sikap adaptif diperlukan agar potensi daerah dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa bahwa dinamika perekonomian nasional tidak dapat dipisahkan dari perkembangan global. Perubahan geopolitik, perdagangan internasional, perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga transformasi sistem keuangan menjadi faktor yang harus dipahami generasi muda.

“Saya kira mahasiswa harus memiliki global outlook untuk melihat perkembangan dunia, tetapi tetap memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap persoalan-persoalan ekonomi dan masyarakat daerah,” jelasnya.

Prof. Amar menilai Sulawesi Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar dan tidak semestinya hanya menjadi objek pembangunan. Sumber daya alam dan potensi ekonomi lokal perlu dikembangkan menjadi kekuatan yang memiliki nilai tambah dan mampu memberikan kontribusi lebih luas.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Komoditas lokal seperti kelapa, durian, serta berbagai produk masyarakat dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi, hilirisasi, dan kewirausahaan.

Baca Juga:
Kick-off Pekan Akademik dan Dies Natalis ke-45 Untad, Usung Semangat Kolaboratif dan Adaptif

Sejalan dengan perkembangan tersebut, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang dalam menciptakan inovasi dan mengembangkan usaha baru. Menurut Rektor, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan nilai ekonomi. Literasi digital juga harus berjalan seiring dengan literasi keuangan dan literasi ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan berbagai upaya Untad dalam mendorong pengembangan kewirausahaan mahasiswa dan UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekosistem inovasi yang dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Prof. Amar kemudian mengaitkan peran mahasiswa dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Mahasiswa sebagai calon sumber daya manusia masa depan harus mempersiapkan kompetensi, integritas, kemampuan berinovasi, dan kemampuan berkolaborasi.

Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak semata-mata diukur dari pencapaian pribadi. Kecerdasan ekonomi harus berjalan beriringan dengan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses secara ekonomi, tetapi menjadi insan yang mampu memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pesannya.

Melalui Bank Indonesia Mengajar 2026, Rektor berharap mahasiswa memperoleh inspirasi dan perspektif baru mengenai kebijakan ekonomi serta berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi awal penguatan kerja sama antara Universitas Tadulako dan Bank Indonesia dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, literasi ekonomi dan keuangan, serta inovasi digital.

Prof. Amar menegaskan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan Bank Indonesia merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi ekonomi Indonesia yang memiliki wawasan luas, kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta integritas. Ia mengajak mahasiswa terus belajar dari kebijakan ekonomi hari ini, membaca perubahan yang akan datang, dan mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan