Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

TMMD ke-123 Buka Akses Kepulauan Umbele, Gubernur Sulteng Dorong Percepatan Pembangunan Desa

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Morowali, Kehadiran TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat menghadiri Upacara Penutupan TMMD ke-123 di wilayah Kodam XXIII/Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, yang dipusatkan di Kepulauan Umbele, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Jumat (14/8/2026).

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan dari tingkat desa, termasuk di kawasan kepulauan.

Baca Juga:
Gubernur Sulteng Tutup FR Cup Volleyball Tournament 2026 di Ampibabo

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XXIII/Palaka Wira, yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat Sulawesi Tengah. Menurutnya, program TMMD memiliki arti penting karena pembangunan yang dilakukan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Salah satu pembangunan yang mendapat perhatian Gubernur adalah pembukaan akses jalan di wilayah Umbele. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kawasan Umbele menuju pengembangan sebagai pusat pemerintahan kecamatan.

“Ini cita-cita saya sejak dulu ketika menjadi bupati. Masyarakat sudah meminta agar Umbele menjadi ibu kota kecamatan. Karena itu, tinggal menunggu kemampuan dan kesiapan kita. Kalau sudah memungkinkan, saya bersama Ketua DPRD akan membawa usulan ini ke pemerintah pusat,” ujar Anwar.

Menurutnya, pembangunan jalan melalui TMMD menjadi langkah awal untuk membuka konektivitas sekaligus mendukung pengembangan kawasan Umbele ke depan.

“Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh jajarannya. Saya melihat TMMD telah membantu membuka jalan dan mempersiapkan wilayah ini agar semakin berkembang,” katanya.

Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Kodam XXIII/Palaka Wira yang meskipun baru berusia satu tahun telah menunjukkan peran dalam membantu pemerintah daerah membangun wilayah Sulawesi Tengah.

“Walaupun usia Kodam Palaka Wira masih sangat muda, baru satu tahun, tetapi kontribusinya bagi masyarakat Sulawesi Tengah sudah luar biasa,” ungkapnya.

TMMD ke-123 dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Berbagai program pembangunan fisik dan nonfisik dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Pada bidang infrastruktur, kegiatan tersebut mencakup pemasangan jaringan air bersih dengan penyambungan pipa sepanjang sekitar 7 kilometer antarpulau, pembukaan jalan desa sepanjang 4 kilometer dengan konstruksi rabat beton, pembangunan tiga unit MCK, pembangunan tiga ruang terbuka hijau (RTH), rehabilitasi lima rumah nelayan, rehabilitasi sekolah, serta penanaman mangrove.

Sementara kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan pencegahan stunting serta edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD kepada Pemerintah Kabupaten Morowali yang disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah.

Baca Juga:
Sulteng Bidik Pasar Dunia, Gubernur Anwar Hafid Dorong Durian Jadi Komoditas Ekspor Unggulan

Gubernur kemudian menyerahkan cenderamata atau plakat kepada Kepala Desa Umbele sebagai bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program TMMD.

Rangkaian kegiatan penutupan juga ditandai dengan peresmian Monumen TMMD Kodam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026 sebagai simbol pengabdian dan kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan wilayah.

Gubernur menegaskan, pembangunan di Sulawesi Tengah harus dilakukan secara merata dan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan. Kehadiran pemerintah bersama TNI dan masyarakat di wilayah kepulauan menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ini adalah wujud kecintaan seorang kepala daerah untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan,” tegasnya.

Upacara penutupan TMMD ke-123 turut dihadiri Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar selaku Inspektur Upacara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, Bupati Morowali Ikhsan Baharudin Abdul Rauf, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Morowali, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Morowali, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.

Melalui pelaksanaan TMMD, semangat “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” diharapkan terus menjadi penggerak kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membuka akses, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah kepulauan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi