Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Anwar Hafid Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih di Buol, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Buol, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026).

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan permukiman dan fasilitas pendukung aktivitas nelayan secara terpadu.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buol dapat dilaksanakan dengan baik, cepat, dan tepat waktu. Ia bahkan berharap kawasan tersebut nantinya menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam agenda peresmian Kampung Nelayan secara nasional.

Baca Juga:
Gubernur Anwar Hafid Dorong Walatana Jadi Model Pertanian Organik Sulteng

“Kalau bisa dikerjakan bagus-bagus, cepat, tepat, dan bagus. Kita berharap nanti menjadi salah satu kunjungan Bapak Presiden pada peresmian Kampung Nelayan di seluruh Indonesia,” kata Anwar.

Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan. Persoalan tersebut antara lain keterbatasan fasilitas, kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan es untuk menyimpan hasil tangkapan, hingga akses pemasaran.

Karena itu, kawasan Kampung Nelayan diharapkan dibangun dengan fasilitas yang terintegrasi, termasuk dermaga dan sarana pendukung lainnya. Dengan demikian, aktivitas nelayan dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu. Mau membeli BBM susah, menangkap banyak ikan tetapi sulit mendapatkan es, dan pemasarannya juga susah. Karena itu lahirlah program Kampung Nelayan supaya semuanya terintegrasi,” jelasnya.

Anwar menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendorong masuknya program-program prioritas pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain sektor perikanan, Gubernur juga menyoroti pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buol. Peningkatan akses jalan dinilai penting untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas Buol dengan daerah lainnya.

“Jangan sampai ada yang bilang Pak Gubernur lupa Buol. Saya tidak lupa Buol. Buol telah memberikan saya yang terbaik, sehingga saya tidak akan pernah lupa,” tegasnya.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemprov Sulteng akan terus mendorong penyelesaian ruas-ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Di sisi lain, Anwar juga menekankan pentingnya keberlanjutan pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan. Ia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam mempertahankan pelayanan kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tujuan semua sama, rakyat harus cepat sejahtera,” ujarnya.

Peletakan batu pertama tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit. Gubernur berharap pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas yang tersedia dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga:
TMMD ke-123 Buka Akses Kepulauan Umbele, Gubernur Sulteng Dorong Percepatan Pembangunan Desa

“Dengan memohon ridho dan berkat Allah SWT, peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Desa Tamit, Kabupaten Buol, yang terdiri dari tiga desa, sebagai bagian dari program Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto, hari ini kita letakkan batu pertamanya. Insyaallah dalam waktu yang tidak lama akan segera selesai sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tutupnya.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat aktivitas perikanan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M., Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Buol, Forkopimda Kabupaten Buol, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, para kepala perangkat daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buol, para camat, pimpinan instansi vertikal, kepala desa, ketua BPD dan LPM, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta para nelayan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi