Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Hukum & Kriminal

Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak KKB Saat Antar Bantuan ke Masyarakat

badge-check


					Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Aprida Rapi (kanan) bersama dua pegawainya , Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. (Foto: dok facebook Cerita negeriku) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Aprida Rapi (kanan) bersama dua pegawainya , Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. (Foto: dok facebook Cerita negeriku)

Karama.id – Jayawijaya, Tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban diketahui sedang menjalankan tugas untuk meninjau sekaligus mengantar bantuan pangan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berkaitan dengan program cetak sawah dan penyediaan bibit babi.

Ketiga ASN yang menjadi korban masing-masing Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (24).

Penembakan terjadi sekitar pukul 15.45 waktu setempat ketika ketiganya berada di wilayah Distrik Muliama untuk menjalankan tugas kedinasan. Mereka kemudian menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata.

Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Willi Mbuik sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setelah sempat menjalani perawatan, nyawa Willi tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sehingga total korban dalam insiden tersebut menjadi tiga orang.

Ketiga jenazah kemudian berada di RSUD Wamena untuk proses penanganan lebih lanjut. Sebagian jenazah selanjutnya diterbangkan ke Jayapura sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi aparatur pemerintah ketika menjalankan pelayanan publik di wilayah rawan gangguan keamanan. Ketiga korban berada di lapangan untuk memastikan bantuan sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat dapat tersalurkan.

Program yang mereka jalankan mencakup dukungan cetak sawah serta penyediaan bibit babi bagi masyarakat. Tugas tersebut mengharuskan para ASN turun langsung ke lapangan, termasuk ke wilayah yang masih menghadapi ancaman kekerasan bersenjata.

Jenazah para korban selanjutnya menjalani proses sesuai ketentuan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Hukum & Kriminal