Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Nurdin Halid Buka Rektor Untad Cup III, Hadiah Turnamen Naik Rp200 Juta

badge-check


					Ketua Pelti Nasional Prof. Nurdin Halid Membuka Kegiatan Untad Rektor untad Cup III. (Foto: Istimewa) Perbesar

Ketua Pelti Nasional Prof. Nurdin Halid Membuka Kegiatan Untad Rektor untad Cup III. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI), Prof. A.M. Nurdin Halid, resmi membuka Open Turnamen Tenis Rektor Universitas Tadulako (Untad) Cup III 2026 di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9/2026).

Turnamen yang berlangsung 12–16 September 2026 itu merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad sekaligus momentum memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Ketua Panitia Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup III, Diwakili Sekretaris panitia Dr. Hasan, M.Hum., mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Baca Juga:
Untad Siapkan Open Tournament Tenis Rektor Cup III 2026, Total Hadiah Rp150 Juta

“Jika pada tahun lalu kegiatan ini diikuti peserta dari tujuh provinsi, tahun ini meningkat menjadi 11 provinsi yang merupakan daerah penghasil atlet tenis berprestasi di Indonesia,” ujar Hasan dalam laporannya.

 Sebelas provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Peserta juga datang dari sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Balikpapan, Mamuju, Sidrap, Polewali Mandar, Palopo, Banggai, Tolitoli, Morowali, Poso, Donggala, Palu, Parigi Moutong, dan Sigi.

Selain jumlah peserta, total hadiah yang diperebutkan juga meningkat dari Rp110 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp150 juta tahun ini.

Menurut Hasan, peningkatan peserta dan hadiah menunjukkan semakin besarnya dukungan terhadap penyelenggaraan Open Turnamen Rektor Untad Cup yang digelar secara rutin.

Pada tahun ini, kategori yang dipertandingkan meliputi beregu putra, beregu putri, perorangan putra kelompok bebas, perorangan putri kelompok bebas, serta kelompok umur 10, 12, 14, 16, dan 18 tahun.

Penambahan kategori putri menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini. Rusydi mengatakan kategori tersebut dihadirkan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi atlet perempuan.

“Kalau sebelumnya perempuan hanya menonton pertandingan putra, kali ini kami wujudkan kategori putri, baik beregu maupun perorangan,” katanya.

 Sementara itu, kategori kelompok umur menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet muda, khususnya di Sulawesi Tengah. Turnamen tersebut diharapkan menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana penjaringan atlet potensial.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Jumat (11/9/2026) melalui pertandingan ekshibisi tenis kelompok eksekutif dan perorangan bebas yang melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pengurus Pusat PELTI, Rektor Untad, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kejaksaan Tinggi Sulteng, TNI, Pemerintah Kota Palu, Kepolisian Daerah Sulteng, Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAFETI), dan Pengurus Provinsi PELTI Sulteng.

Baca Juga:
Rektor Untad Targetkan Rekor MURI pada Open Tournament Tennis Rektor Untad Cup III 2026

Salah satu agenda yang direncanakan dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di bidang sport massage dengan melibatkan 250 terapis secara serentak.

Ketua Umum PELTI Prof. A.M. Nurdin Halid mengapresiasi Untad yang konsisten menyelenggarakan Open Turnamen Rektor Untad Cup.

Menurutnya, turnamen tersebut menjadi contoh keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan olahraga nasional.

“Tidak semua orang, tidak semua komunitas peduli terhadap pembangunan olahraga,” kata Nurdin.

Ia menilai pembangunan olahraga tidak hanya membutuhkan atlet dan kompetisi, tetapi juga dukungan infrastruktur serta ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Nurdin menyoroti kebutuhan tenis Indonesia terhadap fasilitas bertaraf internasional. Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan untuk memperkuat infrastruktur olahraga.

“Bangsa kita adalah bangsa besar. Kita punya penduduk 280 juta, tetapi PELTI belum memiliki stadion yang bertaraf internasional. Ini menjadi kekecewaan karena negara belum hadir untuk menyiapkan infrastruktur,” ujarnya.

Ia kemudian mendorong sinergi antara pemerintah, PELTI, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha untuk membangun ekosistem tenis nasional.

Nurdin juga menyampaikan visi “Tenis 2045” untuk membangun industri tenis menuju Indonesia Emas. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperbanyak turnamen dan kompetisi.

Menurutnya, kompetisi kelompok umur menjadi bagian dari pembinaan PELTI di berbagai tingkatan, sementara turnamen dapat diselenggarakan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan komunitas.

“Turnamen dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk Pak Rektor yang menggerakkan Open Turnamen Rektor Untad Cup,” katanya.

 Nurdin menilai semakin banyak kompetisi akan semakin besar peluang Indonesia melahirkan atlet tenis berprestasi di tingkat internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin Halid juga menaikkan komitmen total hadiah turnamen dari Rp150 juta menjadi Rp200 juta.

“Hadiah kita jadikan Rp200 juta. Tahun depan tambah lagi,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang dukungan dari badan usaha milik negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendukung pengembangan tenis di Sulteng.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Amar, mengatakan Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad.

Menurut Amar, usia 45 tahun menjadi momentum bagi Untad untuk terus bergerak maju, berprestasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat peringatan Haornas yang diperingati setiap 9 September.

“Olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari membangun manusia yang sehat, disiplin, tangguh, positif, dan berkarakter,” ujar Amar.

Ia menegaskan budaya olahraga perlu menjadi bagian dari kehidupan, termasuk di lingkungan sivitas akademika Untad.

Amar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, Forkopimda, PELTI, sponsor, mitra kerja, unsur pimpinan Untad, orang tua atlet, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan turnamen.

Ia berharap pertandingan berlangsung meriah dan menghasilkan prestasi dengan tetap mengedepankan sportivitas, persahabatan, silaturahmi, dan penghormatan kepada seluruh peserta.

“Menang dengan rendah hati dan kalah dengan terhormat,” katanya.

 Amar mengatakan Untad berkomitmen menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem tenis yang lebih kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup merupakan salah satu ajang tenis di Sulteng yang tercatat di PELTI tingkat nasional dan secara konsisten memasukkan kelompok umur sebagai bagian dari pembinaan atlet.

“Ke depan, kerja sama dapat diarahkan untuk pembinaan atlet, pelatihan, kompetisi, sport science, serta pengembangan olahraga berbasis perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran Ketua Umum PELTI di Palu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Untad, PELTI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan dunia usaha.

Open Turnamen Tenis Rektor Untad Cup III 2026 diharapkan berkembang menjadi agenda olahraga yang semakin berkualitas dan berkelanjutan di Sulteng, sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet dan mempererat persaudaraan melalui olahraga. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan