Karama.id – Palu, Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu menggelar workshop evaluasi pembelajaran dengan tema “Perhitungan CPL & CPMK: Standardisasi Penilaian Akademik Dosen Fakultas Ekonomi” di Aula Guru Tua Fakultas Ekonomi.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh dosen Fakultas Ekonomi sebagai bagian dari persiapan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang akan mulai diterapkan pada semester baru.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Muhammad Umar A., S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan penerapan kurikulum berbasis OBE membutuhkan kesamaan pemahaman dari seluruh dosen, khususnya dalam menyusun pembelajaran, menentukan capaian pembelajaran, serta melakukan penilaian terhadap ketercapaian mahasiswa.
Dosen Unisa Palu Gelar Pengabdian kepada Masyarakat, Edukasi Siswa SMPN 1 Siniu Kelola Uang Saku
Menurutnya, penilaian akademik tidak hanya berorientasi pada nilai akhir mahasiswa, tetapi harus mampu menunjukkan sejauh mana capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui proses pembelajaran setiap mata kuliah.
“Penerapan kurikulum berbasis OBE membutuhkan komitmen dan pemahaman yang sama dari seluruh dosen. CPL dan CPMK harus menjadi dasar dalam proses pembelajaran dan penilaian, sehingga nilai yang diberikan benar-benar menggambarkan ketercapaian kompetensi mahasiswa,” ujar Muhammad Umar.
Ia menambahkan, standardisasi penilaian penting dilakukan agar terdapat keseragaman dalam penerapan sistem akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi. Dengan demikian, setiap dosen memiliki acuan yang jelas dalam menghubungkan CPL, CPMK, proses pembelajaran, hingga hasil penilaian mahasiswa.
Workshop tersebut menghadirkan Dr. Afadil, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Tadulako (Untad), sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Afadil menjelaskan bahwa Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) merupakan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan program pendidikan, sedangkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) merupakan kemampuan yang harus dicapai mahasiswa setelah mengikuti suatu mata kuliah.
Ia menjelaskan, CPMK perlu dirumuskan secara terukur dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan CPL. Setiap mata kuliah harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian CPL program studi melalui CPMK yang dirancang sesuai karakteristik mata kuliah.
Menurut Afadil, perhitungan ketercapaian CPL dan CPMK harus didukung sistem penilaian yang terstruktur. Nilai dari berbagai bentuk asesmen, seperti tugas, kuis, proyek, praktik, presentasi, ujian, maupun bentuk penilaian lainnya, perlu dikaitkan dengan CPMK yang telah ditetapkan.
“Yang paling penting dalam penerapan OBE adalah memastikan adanya keterkaitan antara apa yang direncanakan, apa yang diajarkan, apa yang dinilai, dan capaian yang dihasilkan mahasiswa. Karena itu, CPMK harus dapat diukur dan hasil penilaiannya dapat digunakan untuk melihat ketercapaian CPL,” jelas Afadil.
Ia juga memberikan pemahaman mengenai mekanisme pengukuran ketercapaian CPMK dan CPL, termasuk bagaimana dosen dapat mengolah hasil penilaian mahasiswa menjadi informasi mengenai tingkat ketercapaian capaian pembelajaran.
Melalui workshop tersebut, dosen Fakultas Ekonomi mendapatkan pemahaman mengenai penerapan sistem penilaian yang selaras dengan CPL dan CPMK. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dosen dalam menerapkan standar penilaian akademik di lingkungan fakultas.
Workshop tersebut menjadi bagian dari persiapan Fakultas Ekonomi dalam menerapkan kurikulum berbasis OBE pada semester baru. Implementasi kurikulum diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, asesmen, serta capaian kompetensi mahasiswa.
Dengan adanya standardisasi perhitungan CPL dan CPMK, Fakultas Ekonomi Unisa Palu mendorong proses penilaian akademik yang lebih terukur, konsisten, dan selaras dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. *














