Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Anwar Hafid: Pemerintahan Harus Menjamin Keamanan dan Kesejahteraan Rakyat

badge-check


					Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si Melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MIPI Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Hotel BW Coco. (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si Melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MIPI Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Hotel BW Coco. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menilai pemerintah memiliki tanggung jawab utama memastikan masyarakat dapat hidup aman, tenang, dan sejahtera. Ia mengibaratkan pemerintahan seperti “penjaga malam” yang bertugas menjaga rakyat agar dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman.

Pandangan tersebut disampaikan Anwar Hafid yang juga Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) setelah melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MIPI Sulawesi Tengah periode 2026–2031 di Hotel BW Coco, Sabtu malam (3/10).

Menurut Anwar, perkembangan teori pemerintahan kemudian memperluas konsep tersebut melalui reinventing government yang menempatkan dua fungsi utama pemerintahan, yakni security atau memastikan keamanan dan prosperity atau memastikan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:
Anwar Hafid Dilantik sebagai Ketua Umum MIPI, Tekankan Pemerintahan Harus Berbasis Kebenaran

Ia juga menjelaskan karakteristik ilmu pemerintahan yang melahirkan seorang generalis. Artinya, seseorang yang mempelajari ilmu pemerintahan dituntut memiliki pengetahuan luas mengenai berbagai bidang, meskipun tidak harus mendalami seluruh bidang secara spesifik.

“Mereka yang belajar ilmu pemerintahan pasti tahu banyak walau hanya sedikit,” kata Anwar.

Anwar menyebut ilmu pemerintahan memiliki posisi penting dalam pengelolaan negara. Karena itu, ilmu pemerintahan menurutnya tidak cukup berhenti di lingkungan akademik, tetapi perlu diterapkan dalam praktik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Ia juga mengajak akademisi, praktisi, pemerhati, dan pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap ilmu pemerintahan untuk bergabung dalam MIPI. Organisasi tersebut, kata dia, terbuka bagi siapa saja yang ingin bersinergi mendorong tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca Juga:
Anwar Hafid Buka Peluang Investasi Baru, Sulteng Gandeng Hainan Tiongkok

“Siapa saja bisa bergabung asal peduli dengan ilmu pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW MIPI Sulteng Drs. Arfan, M.Si menyatakan kesiapan pengurus menjalankan peran organisasi secara nyata, termasuk mengawal pelaksanaan program 9 BERANI.

“Organisasi itu maju bukan karena banyak bicara saja tapi karena banyak bekerja,” kata Arfan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis kunci kantor sekretariat MIPI Sulteng dari Ketua Umum MIPI Anwar Hafid kepada Ketua DPW MIPI Sulteng Arfan.

Sejumlah pengurus dan tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Harian MIPI Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.A., Sekjen MIPI Prof. Dr. H. Mansyur Achmad, M.Si., Peneliti Ahli Utama bidang Politik BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., Anggota DPRD Sulteng Hidayat Pakamundi, Bupati Sigi, Forkopimda, kepala perangkat daerah provinsi, akademisi, dan mahasiswa. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi