Karama.id – Buol, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Anwar Hafid, M.Si., mengajak pemerintah dan masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Buol sebagai momentum memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam sambutannya, Anwar menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas manusia, pendidikan, kesehatan, serta pelestarian budaya.

“Kita tidak bisa memandang Kabupaten Buol ini sekadar kotak administratif, tapi kita harus melihat bahwa Kabupaten Buol telah memberikan kita ruang hidup,” kata Anwar.
Menurutnya, Kabupaten Buol telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta menikmati keamanan dan perlindungan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buol, mari bahu-membahu antara pemerintah dan masyarakat untuk memberikan karya terbaik kita,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Anwar juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma pelayanan publik. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan, menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.
“Rakyat tidak boleh meminta atau merengek-rengek untuk dilayani, tetapi kitalah yang mengambil bagian untuk melayani rakyat,” tegasnya.
Anwar mengingatkan bahwa pelayanan publik harus didukung aparatur yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi sesuai tanggung jawabnya. Penempatan jabatan juga harus mengedepankan sistem meritokrasi, bukan berdasarkan kedekatan.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui program Berani Cerdas. Hingga 2026, sebanyak 2.353 mahasiswa asal Buol tercatat telah menerima bantuan biaya pendidikan.
Melalui program tersebut, Anwar berharap semakin banyak generasi muda Buol yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap dari Buol ini akan lahir 10.000 sarjana,” ungkapnya.
Pemprov Sulteng juga merencanakan perluasan cakupan program Berani Cerdas pada 2027 untuk membantu guru dan tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan pendidikan. Selain itu, pemerintah provinsi merencanakan pengalokasian anggaran bagi 1.000 mahasiswa kedokteran melalui APBD 2027, sebagai bagian dari upaya mewujudkan target satu desa minimal satu dokter.
Sementara itu, program Berani Sehat disebut telah menjangkau 30.000 jiwa masyarakat Buol sepanjang 2025–2026. Program ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selain pendidikan dan kesehatan, penataan pertambangan emas rakyat juga menjadi perhatian Gubernur. Anwar menyampaikan rencana penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar aktivitas pertambangan dapat ditata dan manfaat ekonominya dirasakan masyarakat serta desa setempat.
“Mengenai maraknya pertambangan emas ilegal di Kabupaten Buol, kebijakan saya adalah melegalkan tambang emas rakyat tersebut melalui penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dalam waktu dekat, agar hasilnya dinikmati oleh rakyat dan desa sendiri, bukan oleh pihak luar,” katanya.
Meski demikian, Anwar mengingatkan agar aktivitas pertambangan tidak mengabaikan kelestarian lingkungan. Penggunaan alat berat seperti ekskavator yang mengakibatkan kerusakan perlu ditertibkan.
Menghadapi musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, termasuk menghindari pembakaran lahan sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
Ia berharap pembangunan Kabupaten Buol dapat berjalan secara menyeluruh melalui peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik yang profesional, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. *














