Karama.id – Palu, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., menargetkan gangguan pasokan air bersih di kawasan Salena, Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, dapat ditangani dalam satu hingga dua hari melalui penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan menyusul mengeringnya sungai di kawasan Salena yang berdampak pada terganggunya pasokan air bersih bagi warga. Kondisi itu dikaitkan dengan fenomena El Niño yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air.

Hal tersebut disampaikan Hadianto saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (12/10/2026), setelah meninjau langsung kondisi di kawasan Salena.
Dalam peninjauan tersebut, wali kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, S.Sos., M.M., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si., serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
“Pertama kunjungan ke Salena terkait dengan akibat El Nino saat ini. Sungai kita di Salena mengering,” ujar Hadianto.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Palu menyiapkan langkah penanganan sementara melalui penyaluran air bersih agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.
“Untuk itu masyarakat kita perlu mendapatkan back up penyaluran atau suplai air bersih. Suplai air agak cukup terganggu di kawasan tersebut,” katanya.
Hadianto menegaskan, laporan dan aduan masyarakat menjadi dasar bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah penanganan. Pemkot Palu menargetkan bantuan pasokan air dapat diberikan dalam waktu dekat sehingga warga tidak terlalu lama mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Berdasarkan aduan tersebut, kami akan secepatnya memberikan back up agar suplai kebutuhan air yang dibutuhkan masyarakat bisa terbantukan. Kami targetkan dalam satu sampai dua hari ini masalah tersebut bisa diatasi,” tegasnya.
Selain meninjau persoalan pasokan air bersih, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat potensi pengembangan kawasan Puncak Salena. Pemkot Palu merencanakan revitalisasi kawasan itu pada 2027 sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Palu Sport Event pada September 2027.
Hadianto menilai Puncak Salena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang kegiatan olahraga sekaligus destinasi wisata. Penataan kawasan akan diarahkan pada peningkatan fasilitas dan kenyamanan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pengunjung dari luar Kota Palu.
“Insyaallah kita akan melakukan revitalisasi kawasan Puncak Salena sebagai bagian dari persiapan Palu Sport Event tahun depan. Kawasan ini memiliki potensi yang besar dan akan kita tata agar lebih baik, lebih nyaman, serta mampu menjadi salah satu ikon baru Kota Palu,” ungkapnya.
Menurut Hadianto, revitalisasi ditargetkan dimulai pada 2027 dan rampung sebelum pelaksanaan Palu Sport Event yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palu pada September mendatang.
“Kita akan mulai laksanakan tahun depan agar pada saat pelaksanaan Palu Sport Event yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Palu di bulan September, kawasan tersebut sudah siap. Harapannya, selain mendukung event olahraga, kawasan ini juga dapat menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pengembangan kawasan Puncak Salena diharapkan membuka peluang usaha bagi masyarakat, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pemkot Palu pun menyiapkan dua langkah yang berbeda dalam penanganan kawasan tersebut, yakni memenuhi kebutuhan air bersih warga sebagai prioritas jangka pendek dan merencanakan revitalisasi Puncak Salena untuk pengembangan kawasan dalam jangka panjang. *














