Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Pendidikan

Dosen Untad Kenalkan Pickleball kepada 15 Guru Olahraga SD di Palu

badge-check


					Tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad), mengenalkan olahraga pickleball kepada guru-guru sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Madani Palu. (Foto: Istimewa) Perbesar

Tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad), mengenalkan olahraga pickleball kepada guru-guru sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Madani Palu. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad), mengenalkan olahraga pickleball kepada guru-guru sekolah dasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Madani Palu.

Kegiatan tersebut menyasar Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) SD wilayah Palu Timur dan Mantikulore dengan melibatkan 15 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai sekolah dasar.

Tim pengabdi diketuai Muhammad Ismail, S.Pd., M.Pd., bersama anggota Dr. Humaedi, S.Pd., M.Pd., Hendra Iskandar, S.Pd., M.Pd., dan Moh. Tris Maulana Daipaha, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa dari Program Studi PJKR dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).

Ketua tim pengabdi, Muhammad Ismail, menjelaskan bahwa pickleball dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan untuk diterapkan dalam pembelajaran olahraga di sekolah dasar. Selain relatif mudah dipelajari, olahraga ini menggunakan peralatan yang terjangkau dan tidak membutuhkan lapangan berukuran luas.

“Pickleball sangat sesuai dikembangkan di sekolah dasar karena mudah dipelajari, peralatan yang dibutuhkan relatif terjangkau, dan tidak memerlukan lapangan yang luas,” ujar Ismail.

Menurutnya, pengenalan olahraga tersebut juga menjadi upaya menghadirkan variasi pembelajaran PJOK agar lebih menarik dan mampu meningkatkan motivasi siswa untuk aktif bergerak.

“Selama ini pembelajaran PJOK cenderung monoton pada olahraga konvensional, sehingga pengenalan pickleball menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kembali motivasi bergerak para siswa,” tambahnya.

Pelatihan dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi aturan permainan dan penyampaian materi teoretis hingga lokakarya serta coaching clinic mengenai teknik dasar pickleball. Para peserta mendapatkan pendampingan dalam mempelajari teknik servis, melakukan reli atau rally, serta memahami posisi bermain atau positioning.

Berdasarkan evaluasi kegiatan, seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam bermain maupun mengajarkan pickleball. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 100 persen peserta masuk dalam kategori baik.

“Seluruh guru yang terlibat menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bermain maupun mengajar, dengan capaian seratus persen peserta masuk dalam kategori baik berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test,” ungkap Ismail.

Setelah pelatihan, program dilanjutkan dengan pendampingan langsung di sekolah-sekolah mitra. Tim pengabdi juga mendorong pembentukan komunitas praktik agar para guru dapat melaksanakan latihan bersama secara rutin sekaligus berbagi pengalaman dalam menerapkan pickleball pada pembelajaran PJOK.

Ismail berharap Kelompok Kerja Guru Olahraga dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan program tersebut, sehingga pengenalan pickleball tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.

“Kami berharap KKGO dapat menjadikan pickleball sebagai program kerja yang berkelanjutan, sekaligus wadah untuk mendeteksi potensi bakat olahraga anak sejak usia dini di Kota Palu dan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dosen Untad berharap inovasi pembelajaran olahraga semakin berkembang di sekolah dasar. Pengenalan pickleball diharapkan dapat memperkaya aktivitas PJOK, meningkatkan minat siswa untuk berolahraga, serta membuka peluang pengembangan bakat olahraga sejak usia dini. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Pendidikan