Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Wakil Bupati Sigi Angkat Dua Lulusan SMA Sebagai Guru Honorer di Dusun Terpencil

badge-check


					Wakil Bupati Sigi Dr. Samuael Yansen Pongi, saat berada di Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sabtu (4/1/2025). Foto: Aktivi.id Perbesar

Wakil Bupati Sigi Dr. Samuael Yansen Pongi, saat berada di Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sabtu (4/1/2025). Foto: Aktivi.id

Karama.id – Sigi, Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuael Yansen Pongi, SE., M.Si, memutuskan untuk mengangkat dua lulusan SMA menjadi tenaga pengajar di sebuah sekolah dasar yang terletak di Dusun Uluwalamate, Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di dusun terpencil tersebut, dengan gaji sebesar Rp1,5 juta per bulan untuk masing-masing guru honorer.
Wakil Bupati menyatakan bahwa langkah ini merupakan solusi sementara untuk memastikan generasi muda di Dusun Uluwalamate mendapatkan pendidikan dasar.

“Meskipun kebijakan ini sebenarnya melanggar aturan yang mengharuskan tenaga pengajar minimal memiliki gelar sarjana, namun keadaan mendesak memaksa kami untuk mengambil langkah ini,” ujar Wakil Bupati pada Sabtu (4/1/2025) di Kecamatan Tanambulava.

Kondisi Dusun Uluwalamate

Dusun Uluwalamate adalah wilayah terpencil di atas pegunungan yang termasuk dalam Desa Dombu. Akses menuju dusun ini sangat sulit, bahkan kendaraan roda dua hanya jenis tertentu yang mampu menembus medan beratnya. Dusun ini dihuni oleh 43 Kepala Keluarga (KK) atau 143 jiwa, yang sebagian besar merupakan masyarakat Suku Da’a.

Kondisi geografis yang sulit, ditambah minimnya fasilitas dasar, menjadi tantangan utama untuk mendatangkan guru profesional ke wilayah tersebut. Saat kunjungan ke Dusun Uluwalamate, Wakil Bupati menyaksikan langsung kebutuhan mendesak akan pendidikan.

“Saya bertanya kepada warga tentang siapa yang memiliki gelar sarjana, namun tidak ada yang mengangkat tangan. Kemudian saya tanyakan yang lulusan SMA, ada dua orang yang bersedia. Mereka inilah yang kami minta untuk mengajar,” jelas Wakil Bupati.

Fokus pada Pengentasan Buta Huruf

Kedua lulusan SMA yang diangkat sebagai guru honorer ini diharapkan mampu mengentaskan buta huruf di dusun tersebut.

“Walaupun mereka bukan sarjana, minimal mereka dapat membantu masyarakat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Jangan sampai di era saat ini masih ada generasi muda yang buta huruf,” tambahnya.

Pengangkatan ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pemenuhan hak dasar masyarakat di wilayah terpencil, khususnya di bidang pendidikan. Wakil Bupati berharap langkah ini dapat menjadi awal dari solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Dusun Uluwalamate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi