Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Jalan Trans Sulawesi di Poso Terputus Akibat Longsor, Akses Alternatif Disiapkan

badge-check


					Jalan Trans Sulawesi, di Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, putus total, (Foto: Istimewa) Perbesar

Jalan Trans Sulawesi, di Desa Watuawu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, putus total, (Foto: Istimewa)

karama.id – Palu, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 23 Januari 2025, menyebabkan tanah longsor di Desa Watuawu, Kecamatan Lage, sehingga memutus total Jalan Trans Sulawesi. Peristiwa ini menghambat jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Morowali Utara, Morowali, serta Provinsi Sulawesi Selatan.

Kapolsek Lage, Iptu Faturrahman, mengungkapkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 10.50 WITA, memblokir jalan sepanjang kurang lebih 100 meter. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya korban jiwa. Namun, kerugian material akibat longsor ini masih belum bisa dipastikan,” ujar Iptu Faturrahman melalui pesan WhatsApp.

Meski jalur utama terputus, warga setempat masih dapat memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia di Desa Watuawu. Menurut Kapolsek, lorong-lorong kecil di desa tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

“Beruntung, di Desa Watuawu terdapat jalur alternatif yang bisa digunakan meski aksesnya terbatas,” tambahnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso melaporkan bahwa longsor ini juga berdampak pada sejumlah rumah warga. Sebanyak tiga rumah mengalami kerusakan berat, sementara 10 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

“Kami telah mengevakuasi warga terdampak dan mendirikan tenda pengungsian serta Posko di lokasi kejadian,” ujar Muhammad Ruum, Penata Penanggulangan Bencana BPBD Poso.

Pihak BPBD bersama petugas terkait terus melakukan upaya pemulihan dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi longsor. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi