Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Strategi Sulteng Genjot PAD: Gubernur Anwar Hafid Kejar Dana Bagi Hasil dan Optimalkan Pajak

badge-check


					Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, memimpin rapat strategis dengan jajaran Bapenda dan perangkat daerah terkait, (foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, memimpin rapat strategis dengan jajaran Bapenda dan perangkat daerah terkait, (foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, memimpin rapat strategis guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggali berbagai sumber fiskal yang potensial. Rapat ini berlangsung di ruang kerja gubernur pada Jumat (7/3/2025) dan dihadiri oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Dra. Novalina, M.M., Asisten Perekonomian dan Pembangunan merangkap Plt Kepala BPKAD Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M., Kepala Bappeda Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T., serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah pada 2025. Salah satu perhatian utama dalam pembahasan adalah Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum disalurkan oleh pemerintah pusat, dengan nilai mencapai Rp300 miliar. Dana ini merupakan hak provinsi yang tidak terbagi dengan kabupaten/kota.

Sebagai langkah konkret, Gubernur Anwar Hafid menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk aktif menagih DBH yang masih tertahan di Kementerian Keuangan. Selain itu, ia meminta Bapenda untuk mencontoh praktik terbaik dari Provinsi Kalimantan Timur dalam pengelolaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) guna meningkatkan PAD.

“Tolong kirim staf ke Kalimantan untuk belajar,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur mengarahkan agar dilakukan pemetaan data kendaraan industri dan non-industri untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari kedua sektor tersebut. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memaksimalkan penerimaan pajak, mengingat DBH nantinya akan dikembalikan ke daerah.

Kawasan industri Morowali menjadi salah satu fokus utama dalam upaya peningkatan PAD. Setoran pajak air permukaan dari Morowali mencapai Rp4,3 miliar per bulan, menunjukkan besarnya potensi dari sektor industri nikel. Gubernur juga menyoroti perlunya regulasi daerah untuk mengoptimalkan manfaat dari hilirisasi nikel bagi perekonomian Sulteng.

“Saya berharap 2025 menjadi momentum kita untuk mencari PAD,” ujar Anwar Hafid.

Sebagai tindak lanjut, perangkat daerah diminta untuk menyusun data yang lebih akurat terkait potensi PAD guna dibahas lebih dalam pada pertemuan berikutnya. Gubernur juga berencana mengadakan pertemuan dengan sektor usaha guna membahas kontribusi mereka terhadap PAD Sulteng.

Menutup rapat, Gubernur mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam semangat BERANI BERKAH, dengan keyakinan bahwa usaha kolektif yang dilandasi spiritualitas akan membuka lebih banyak peluang bagi kesejahteraan dan kemajuan Sulteng.

“Insya Allah dengan berjamaah, semua akan dilancarkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi