Karama.id – Palu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam rangka meningkatkan literasi finansial di kalangan mahasiswa. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkaya proses belajar tidak hanya lewat teori, tetapi juga pengalaman langsung dari para praktisi keuangan.
Dekan FEB Untad, Prof. Wahyuningsih, Ph.D menekankan pentingnya materi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan digital dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan wawasan yang aktual dan praktis dari pelaku industri agar siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Kerja sama ini merupakan bagian dari program “praktisi mengajar,” di mana para profesional dari LPS dan industri lainnya akan hadir di kampus untuk berbagi ilmu dan pengalaman secara langsung.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah 3 Sulawesi-Maluku-Papua, Fuad Zain, turut mengapresiasi sambutan hangat dari pihak universitas dan masyarakat Sulawesi Tengah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi keuangan nasional yang kini semakin aktif dilakukan di berbagai kota, termasuk Palu.
Acara puncak menghadirkan Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, SE., M.Si—akademisi dan entrepreneur sukses asal Untad—yang memberikan materi utama seputar kecerdasan finansial serta strategi tabungan dan investasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam lingkungan akademik dan profesional.
“Kepercayaan adalah modal utama dalam bisnis maupun kehidupan. Begitu pula konsep penjaminan simpanan oleh LPS yang berakar dari kepercayaan publik,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Prof. Djayani membahas dua topik penting: Cerdas Finansial, tentang pengelolaan keuangan pribadi yang bijak, serta Tabungan & Investasi Masa Kini, yang mengulas berbagai instrumen keuangan modern dan digital yang mudah diakses generasi muda.
Kolaborasi antara FEB Untad dan LPS ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, khususnya di wilayah timur Indonesia. Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga siap bersaing secara profesional di pasar kerja modern.














