Karama.id – Palu, Di tengah semilir angin pegunungan yang menyapa kawasan Sutan Raja Hotel & Convention, Universitas Tadulako (Untad) menggelar sebuah agenda penting dalam peta jalan reformasi tata kelola keuangan: Pemaparan Usulan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) untuk Tahun Anggaran 2026.
Dua hari pelaksanaan, 4–5 Juni 2025, menjadi ajang para pemimpin unit kerja di lingkungan Untad untuk mempresentasikan rencana program dan anggaran yang mereka usung. Namun lebih dari sekadar rutinitas birokrasi, kegiatan ini menjadi refleksi serius akan arah baru Untad yang tengah bersiap menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Menurut Drs. Samsumarlin, M.Si., Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Untad, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan administratif seluruh unit kerja. Pemaparan rencana anggaran dilakukan untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang direncanakan telah melalui proses yang transparan dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Semangat akuntabilitas pun ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr. sc. Agr. Ir. Aiyen, M.Sc., yang membuka pemaparan teknis dengan menyoroti urgensi efisiensi dan presisi dalam menyusun alokasi anggaran. Ia mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap alur pagu anggaran dan memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar menyentuh prioritas strategis universitas.
Puncak kegiatan menjadi lebih bermakna ketika Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan arah kebijakan ke depan. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa proses perencanaan kini tengah diperkuat melalui kolaborasi digital dengan perguruan tinggi di Semarang — langkah nyata menuju integrasi sistem yang lebih modern dan responsif.
“Perencanaan kita harus melampaui dokumen. Ia harus hidup, dinamis, dan terbuka terhadap masukan,” ungkap Rektor. “Karena saat kita bicara status PTNBH, kita tidak hanya bicara kebebasan akademik atau otonomi finansial, tapi juga kesiapan institusi dalam menjaga transparansi, partisipasi, dan efisiensi di setiap lini.”
Forum RKAKL tahun ini bukan hanya ruang pemaparan, tetapi juga menjadi cermin dari semangat kolektif Untad dalam mengelola perubahan. Di sinilah komitmen terhadap tata kelola yang baik diuji dan dipupuk — demi mewujudkan Untad sebagai perguruan tinggi yang tak hanya besar dalam ukuran, tetapi juga tangguh dalam sistem dan budaya kerjanya.














