Karama.id – Palu, Universitas Tadulako kembali membuka peluang emas bagi mahasiswanya untuk meraih pendidikan global. Lewat kerja sama antara GEM Co. Ltd, Kemdikbudristek, dan LPDP, Untad menggelar sosialisasi beasiswa magister ke Tiongkok yang disambut antusias oleh mahasiswa dan alumni.
Bertempat di Aula Fakultas Kedokteran, kegiatan ini memperkenalkan program studi unggulan di Central South University (CSU), Tiongkok — universitas yang masuk dalam jajaran Proyek 211 dan World-Class University Initiative.

Tak sekadar menjelaskan teknis pendaftaran, acara ini juga menghadirkan Ardi Alam Jabir, S.T., M.Eng, alumni penerima beasiswa CSU, yang berbagi pengalaman inspiratif seputar proses seleksi, budaya akademik di Tiongkok, hingga tantangan adaptasi sebagai mahasiswa internasional.
“Kuncinya adalah kesiapan berkas dan mental. Banyak yang gugur bukan karena tak cerdas, tapi karena kurang informasi dan strategi,” ujar Ardi kepada peserta.
Beasiswa ini menawarkan tiga jurusan magister spesifik:
Teknik Metalurgi (40 kuota)
Teknik Transportasi Perkeretaapian (25 kuota)
Perdagangan Internasional Logam Non-Ferrous (25 kuota)
Tak hanya menanggung biaya kuliah, peserta juga memperoleh akomodasi, biaya hidup, pelatihan bahasa Mandarin, hingga magang di perusahaan global GEM — yang dikenal sebagai pelopor urban mining dan teknologi energi hijau.
Lebih menariknya lagi, lulusan terbaik berkesempatan melanjutkan ke jenjang S3 dengan jalur khusus di universitas yang sama.
Selain memfasilitasi info teknis pendaftaran ke situs LPDP dan CSU, kegiatan ini juga membuka wawasan peserta tentang pentingnya pengalaman internasional dalam meningkatkan daya saing di era global.
“Kami ingin mahasiswa Untad bisa bersaing di tingkat internasional. Melalui program ini, semoga lebih banyak yang berani melangkah keluar dan belajar dari sistem pendidikan dunia,” ujar salah satu panitia.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Universitas Tadulako berharap lebih banyak mahasiswa memanfaatkan peluang emas ini — bukan sekadar untuk menuntut ilmu, tapi juga membawa nama Indonesia di panggung global.














