Karama.id – Sigi, Warga Jalan Veteran, Kelurahan Buvubonga, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, diguncang oleh insiden tragis yang terjadi pada Selasa malam. Seorang tokoh agama, Moh. Fuad A.R. Maradjanu, S.Ag., M.Hi., meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan saat berusaha melerai pertikaian di kawasan padat penduduk tersebut.
Korban dikenal sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) TanaMbulava dan Gumbasa. Ia meninggal di tempat setelah mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam.

Dua orang lainnya, yakni Dakri D. Tadorante dan Muta, yang disebut masih memiliki hubungan kekerabatan dengan pelaku, turut menjadi korban dan saat ini menjalani perawatan intensif di RS Torabelo Sigi.
Menurut informasi yang beredar di media sosial dan diperkuat keterangan warga, pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksinya.
“Pelaku saat itu mengamuk dan menyerang siapa saja yang mendekat. Almarhum Pak Fuad justru datang untuk menenangkan, tapi malah jadi korban,” tulis akun media sosial Ichan Chester, yang merupakan warga sekitar.
Kepolisian dari Polsek Biromaru segera mengamankan pelaku beberapa saat setelah kejadian. Garis polisi telah dipasang di lokasi, dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik dari Polres Sigi.
Kapolsek Biromaru membenarkan adanya insiden tersebut dan menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan sesuai prosedur.
“Saat ini pelaku sudah kami amankan dan sedang dalam pemeriksaan intensif. Kami juga masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian ini,” ujar seorang perwira dari Polsek Biromaru kepada media.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang simpati dari masyarakat, khususnya di kalangan tokoh agama dan ASN Kabupaten Sigi. Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah, bijak, dan berdedikasi dalam pelayanan umat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali lebih lanjut keterangan dari para saksi.














