Karama.id – Palu, Dalam upaya mempercepat realisasi Program Beasiswa BERANI Cerdas, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, melakukan inspeksi mendadak ke ruang server Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis pagi. Di tengah proses pemrosesan ribuan data pendaftar, Gubernur menyampaikan keprihatinannya atas lambannya tahapan verifikasi yang berpotensi menghambat pencairan dana beasiswa.
“Kita tidak ingin program ini dinilai mandek. Anggaran sudah tersedia, tinggal bagaimana sistem verifikasinya disederhanakan,” ujar Anwar Hafid dengan nada serius.

Program beasiswa BERANI Cerdas sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera di Sulawesi Tengah. Dengan total lebih dari 80 ribu pendaftar, sistem saat ini dinilai belum cukup tangguh untuk merespons besarnya volume data yang masuk.
Gubernur mengusulkan perlunya desain ulang sistem verifikasi berbasis digital terpadu yang memungkinkan pencocokan data secara otomatis lintas instansi. “Mengandalkan validasi manual akan memakan waktu lama. Kita butuh teknologi yang bisa menyesuaikan dengan skala data kita,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek teknis, Gubernur juga meminta agar transparansi dan komunikasi dengan pendaftar ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya notifikasi aktif kepada peserta terkait kelengkapan dokumen dan status verifikasi. “Setiap pendaftar berhak mengetahui posisi datanya. Jangan ada yang merasa dipinggirkan,” ujarnya.
Kriteria penerima beasiswa antara lain adalah warga Sulawesi Tengah berusia 18–25 tahun, berasal dari keluarga tidak mampu (dibuktikan secara administratif), dan memiliki prestasi akademik—baik mahasiswa aktif jenjang D3/S1 dengan IPK minimal 3.0, maupun S2/S3 dengan IPK minimal 3.5. Untuk calon mahasiswa baru, nilai rata-rata rapor minimal 85.
Menariknya, sistem aplikasi digital yang sedang disiapkan akan terkoneksi langsung dengan server perguruan tinggi dan lembaga kependudukan, memungkinkan verifikasi berlangsung otomatis. Pihak Dinas Pendidikan juga ditugaskan untuk membangun dashboard pemantauan real time, sebagai bentuk keterbukaan publik.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sekretaris Daerah Novalina, Kepala Dinas Pendidikan Yudiawati Vidiana, Kepala Dukcapil Andi Hajidin, dan jajaran lainnya dari Dinas Sosial dan Biro Kesejahteraan Rakyat.
Dengan langkah cepat ini, Pemerintah Provinsi menargetkan pencairan dana beasiswa tahap awal akan dimulai segera setelah 30 ribu data terverifikasi sepenuhnya.
“Intinya, kita ingin beasiswa ini segera sampai ke tangan mahasiswa. Jangan biarkan mereka tertunda kuliahnya karena birokrasi,” tutup Gubernur.














