Karama.id – Palu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, mengungkapkan bahwa total kasus HIV di Kota Palu telah mencapai sekitar 1.815 orang. Angka ini bersifat kumulatif sejak pertama kali data dicatat, karena HIV sendiri merupakan penyakit kronis yang belum bisa disembuhkan sepenuhnya.
“Sekali terinfeksi, maka orang tersebut akan terus hidup dengan HIV seumur hidup, kecuali meninggal dunia. Data baru diperbarui kalau ada yang meninggal,” jelas dr. Rochmat, Sabtu pagi, dalam kegiatan Aksi Remaja Peduli HIV/AIDS yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota Palu.

Dialog interaktif ini diselenggarakan oleh Forum GenRe Kota Palu bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palu. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian remaja terkait HIV/AIDS.
dr. Rochmat memaparkan strategi penanggulangan HIV/AIDS melalui pendekatan STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan).
Suluh, artinya aktif memberikan penyuluhan ke masyarakat bersama berbagai pihak, termasuk para Duta GenRe.
Temukan, dengan memperluas layanan tes HIV khususnya pada kelompok berisiko tinggi.
Obati, dengan pemberian terapi ARV gratis untuk menekan perkembangan virus.
Pertahankan, yaitu memastikan seluruh layanan pencegahan dan pengobatan terus berjalan berkelanjutan.
“Semakin banyak dilakukan tes, semakin besar peluang kita menemukan kasus baru sejak awal, sehingga lebih mudah ditangani,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK sekaligus Bunda GenRe Kota Palu, Hj. Diah Puspita, menekankan perlunya pendidikan seksualitas yang tepat sebagai benteng pencegahan di samping nilai iman dan taqwa.
“Dulu kita menganggap pendidikan seksual itu tabu. Tapi sekarang anak-anak justru perlu dibekali pengetahuan dengan cara yang benar. Ini bagian dari proteksi diri,” tegas Hj. Diah.
Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat remaja Kota Palu untuk terlibat aktif mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan menjaga kesehatan reproduksi secara bertanggung jawab.














