Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Gubernur Anwar Hafid Lantik Ajenkris Jadi Kadis ESDM Sulteng, Tegaskan Misi “Berani Menyala”

badge-check


					Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid, menyaksikan Ajenkris menandatangani berita acara pelantikan, di Aula Kantor ESDM Sulteng, (Foto: Istimewa) Perbesar

Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid, menyaksikan Ajenkris menandatangani berita acara pelantikan, di Aula Kantor ESDM Sulteng, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, resmi melantik Ajenkris sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, bersama 16 pejabat fungsional lainnya. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor ESDM Sulteng dan disebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola sektor energi dan pertambangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang besar, bukan hanya dari pimpinan, tetapi juga dari Tuhan.

“Jabatan itu amanah dari Allah dan kepercayaan dari pimpinan. Amanah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Tuhan, dan kepercayaan harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Modal utama kita sebagai manusia adalah kepercayaan,” tegasnya.

Gubernur menyebut bahwa penunjukan Ajenkris telah direncanakan sejak lama karena posisi Kepala Dinas ESDM kosong dan sangat membutuhkan pemimpin yang tangguh. Ia menilai Ajenkris sebagai sosok berani dan berpengalaman di bidang teknis yang strategis.

“Saya percayakan Dinas ESDM kepada Pak Ajenkris karena beliau punya keberanian dan pengalaman. Saya tahu betul bagaimana dinas ini bekerja sejak saya menjabat sebagai bupati selama 10 tahun,” ujarnya.

Gubernur juga menjawab pertanyaan publik mengapa hanya satu kepala dinas yang dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan dilakukan bertahap berdasarkan tingkat urgensi.

Lebih lanjut, Gubernur Anwar meminta Ajenkris untuk segera melakukan konsolidasi internal dan membenahi pengelolaan pertambangan di seluruh wilayah Sulteng. Meskipun kewenangan izin tambang kini berada di pemerintah pusat, Gubernur menekankan bahwa pengawasan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Kalau kita tak lagi menerbitkan izin, jadilah pengawas yang tegas dan profesional. Kita masih punya banyak kewenangan dan regulasi yang bisa kita kelola dengan baik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyukseskan program prioritas “Berani Menyala”, yang bertujuan mewujudkan pemerataan akses energi, terutama di desa-desa terpencil yang belum teraliri listrik.

“Berani Menyala bukan sekadar slogan. Ini misi untuk mewujudkan keadilan energi. Tugas ini berat, tapi saya yakin kita bisa melakukannya dengan kerja kolektif dan komitmen yang kuat,” tegasnya.

Kepada 16 pejabat fungsional yang turut dilantik, Gubernur berpesan agar aktif memberikan kontribusi dalam bentuk gagasan, analisis, dan masukan kebijakan.

“Saya senang jika ada staf yang menulis, memberi masukan, menyampaikan analisis. Pemerintah butuh itu. Jangan batasi ilmu dan gagasan kalian hanya karena struktur,” pesannya.

Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyatakan akan terus mendampingi Dinas ESDM secara langsung, untuk memastikan pengelolaan energi dan sumber daya alam di Sulawesi Tengah menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

“Saya akan sering datang ke sini, rapat bersama, dan memastikan pengelolaan tambang dan energi di Sulawesi Tengah semakin baik. Ini amanah besar yang harus kita jalankan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi