Karama.id – Palu, Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan kegiatan Workshop Smart Education bertajuk “Transformasi Gaya Mengajar melalui Teknologi Visual dan Interaktif”, bertempat di Hotel Helsinki, Kota Palu. (Kamis, 7 Agustus 2025)
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan augmented reality (AR) dalam pembuatan media pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan adaptif. Dalam sambutannya, Dr. Andi Saifah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom., selaku Ketua Panitia, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk respons terhadap tuntutan profesionalisme sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

“Melalui workshop ini, kita tidak hanya memenuhi kewajiban legal formal sebagai tenaga pendidik, tetapi juga menjawab tantangan nyata di era Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0,” jelasnya.
Workshop ini diikuti oleh 68 peserta, terdiri atas 50 peserta internal Universitas Tadulako dan 18 peserta eksternal dari kalangan guru.
Dr. Andi Saifah menyampaikan bahwa output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah setiap peserta mampu menghasilkan satu produk media pembelajaran berbasis AI atau AR, yang akan dimonitor dan dievaluasi dalam kurun waktu 1 hingga 3 bulan pasca-workshop.
“Kami ingin melihat bukan hanya kegiatan hari ini, tetapi juga dampak nyatanya di ruang kelas,” tegasnya.
Kegiatan workshop ini secara resmi dibuka oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., Asean Eng., yang juga hadir sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, Prof. Amar menggarisbawahi pentingnya kesiapan pendidik untuk terus bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi pendidikan yang sangat cepat.
“Pandemi COVID-19 telah mempercepat transformasi pendidikan daring hingga 20 tahun lebih cepat dari proyeksi awal. Kini, kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), termasuk aplikasi ChatGPT, serta pemanfaatan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), semakin mengubah secara drastis struktur dan metode pembelajaran,” ujar Rektor.
Prof. Amar juga mengingatkan bahwa di samping penguasaan hard skill, pendidik tidak boleh mengabaikan pentingnya soft skill seperti etika, komunikasi, serta kemampuan membangun relasi dengan peserta didik.
“85% keberhasilan di dunia kerja ditentukan oleh soft skill. Maka jangan hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga keikhlasan dan keteladanan,” pesannya.
Ia menutup sambutannya dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk menciptakan model pembelajaran baru yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan alat, tetapi juga membentuk kepribadian guru yang humanis, adaptif, dan berdampak.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua LPMPP Untad, Prof. Darmawati Darwis, M.Si., Ph.D., dan Sekretaris LPMPP, Prof. Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si.
workshop kali ini berlangsung selama dua hari dengan pemateri dosen Prodi Tehnik Informatika Untad, Ryfial Azhar S.Kom.,M.Kom dan Muh Fizar Safa”at S. Kom., M. Kom
Harapan dari kegiatan ini dapat menghasilkan karya nyata berupa media pembelajaran berbasis teknologi visual dan interaktif yang siap diterapkan di ruang kelas modern.














