Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Resmi Jadi Bandara Internasional

badge-check


					Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, (Foto: Istimewa) Perbesar

Bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, Setelah tiga bulan mengusulkan kepada pemerintah pusat, status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu resmi naik kelas menjadi bandara internasional penuh. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 dan KM 38 Tahun 2025.

Dengan status baru ini, bandara kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah memiliki kewenangan melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri, baik reguler maupun charter.

“Kita bersyukur, usulan yang kita sampaikan kepada pemerintah pusat sejak tiga bulan terakhir ini alhamdulillah membuahkan hasil. Bandara Mutiara SIS Al-Jufri saat ini adalah Bandara Internasional,” ujar Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Senin (11/8/2025).

Gubernur Anwar menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk memetakan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam enam bulan ke depan sebelum operasional penerbangan internasional dimulai. Persiapan tersebut mencakup koordinasi administrasi dengan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina, penempatan serta pelatihan personel, hingga pengadaan peralatan pendukung seperti X-ray senilai Rp 2–2,5 miliar.

Ia menambahkan, peningkatan status ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Status ini berbeda dengan Bandara IMIP Morowali yang hanya memiliki izin internasional untuk penerbangan charter selama satu tahun.

Anwar juga menekankan pentingnya perpanjangan landasan pacu dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter agar pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330 dapat terbang langsung ke Tiongkok atau rute jarak jauh lainnya tanpa transit. Rencana ini akan didorong melalui pendanaan pemerintah maupun skema CSR perusahaan besar.

Dengan status internasional ini, Anwar optimistis Bandara Mutiara SIS Al-Jufri akan menjadi pintu gerbang utama Sulawesi Tengah menuju dunia, mendorong pariwisata, investasi, dan UMKM, serta mempercepat transformasi daerah sebagai destinasi unggulan di Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi